Berita

ilustrasi/net

Dunia

KRISIS KEMANUSIAAN GAZA

Tiga Roket dari Gaza Menginterupsi Gencatan Senjata

RABU, 20 AGUSTUS 2014 | 00:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Delegasi  Israel telah diperintahkan pulang dari perundingan damai di Kairo, Mesir setelah tiga roket meluncur dari kawasan Gaza ke daratan Israel pada waktu gencatan senjata.

Seorang pejabat senior Israel, dikutip dari CNN, mengatakan, militer Israel menyalahkan militan di Gaza karena melanggar gencatan senjata. Pihak militer Israel mengatakan, tiga roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam wilayah Beer Sheva di Israel selatan pada Selasa sore. Namun tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Roket meluncur hanya beberapa jam setelah gencatan senjata diperpanjang satu hari sepanjang Selasa (19/8), melanjutkan lima hari sebelumnya. Gencatan senjata itu sebetulnya peluang untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih permanan.


Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) untuk merespons serangan roket. Demikian dikatakan seorang pejabat senior Israel kepada CNN. Tak lama kemudian, IDF melepaskan serangan terhadap sasaran di Gaza.

"Sekali lagi, teroris melanggar gencatan senjata," kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Peter Lerner, dalam pernyataannya.

"Agresi lanjutan ini akan dibahas. Kami akan terus menyerang infrastruktur teror, mengejar teroris, dan menghilangkan kemampuan teror di Jalur Gaza, dalam rangka memulihkan keamanan untuk negara Israel," tambahnya.

Sampai sekarang belum jelas siapa yang menembakkan roket dari Gaza. Belum ada satupun kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Namun, juru bicara Hamas, Sami Abu Zouhri, dalam pesan teks yang dikirim ke CNN, membantah bahwa Hamas bertanggung jawab.

"Kami tidak memiliki informasi tentang roket ditembak dari Gaza ke Israel. Tujuan dari serangan udara di Gaza adalah untuk menghentikan negosiasi di Kairo. Pendudukan Israel memikul tanggung jawab untuk ini," kata Abu Zouhri. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya