Berita

michael brown/net

Dunia

Ini Pernyataan Obama Tentang Pembunuhan Michael Brown dan Kerusuhan di Ferguson

SELASA, 19 AGUSTUS 2014 | 05:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, telah mengeluarkan seruan yang meminta masyarakat kota Ferguson negara bagian Missouri untuk bersatu menyudahi segala kekacauan yang terjadi.

Pernyataan itu menyusul sepekan lebih kerusuhan setelah penembakan hingga tewas terhadap seorang remaja berkulit hitam bernama Michael Brown (18) oleh polisi di Ferguson, Missouri, Amerika Serikat pada 9 Agustus lalu.

Kematian Brown telah memicu kerusuhan dan bentrokan antara demonstran dan polisi. Aturan jam malam dikeluarkan Gubernur Missouri, Jay Nixon, menyusul kekacauan yang terus berlanjut sejak penembakan remaja tak bersenjata itu oleh aparat berkulit putih.


Obama mengatakan Jaksa Agung Eric Holder akan bertugas di Ferguson untuk bertemu dengan pejabat setempat dan melakukan penyelidikan federal yang independen atas pembunuhan itu.

Obama juga mengatakan, dia memahami "nafsu dan amarah" yang terprovokasi oleh kematian remaja itu. Apalagi, para saksi mengatakan bahwa korban sudah mencoba untuk menyerah kepada polisi sebelum dia ditembak enam kali, termasuk dua kali di kepala.

Dikabarkan bahwa polisi setempat merilis video yang menunjukkan Brown merampok sebuah toko. Namun, langkah ini malah membuat demonstran lebih marah dan menyebabkan bentrokan baru dengan polisi.

Obama melanjutkan, menyerah kepada kemarahan dengan penjarahan atau membawa senjata dan bahkan menyerang polisi, hanya berfungsi untuk meningkatkan ketegangan dan kekacauan.

Obama pun mengakui bahwa banyak komunitas di AS yang memiliki "jurang ketidakpercayaan" dengan langkah penegakan hukum. Ini merujuk pada banyak anak remaja kulit hitam atau kulit berwarna lainnya yang diperlakukan seperti penjahat. Tapi dia mendesak masyarakat untuk mencari kesepahaman untuk meredakan ketegangan.

Selama konferensi persnya di Gedung Putih itu, Obama memberikan dukungannya pada keputusan Gubernur Negara Missouri, Jay Nixon, untuk menarik Garda Nasional ke Ferguson dalam peran yang terbatas.

Berikut kronologi kerusuhan di Ferguson sejak pembunuhan terhadap Brown, yang dikutip dari kantor berita BBC:

9 Agustus: Michael Brown ditembak oleh polisi Darren Wilson setelah perselisihan

10 Agustus: Kerusuhan mulai terjadi setelah acara penyalaan lilin duka untuk Brown. Mobil-mobil dirusak dan toko dijarah.

11 Agustus: FBI membuka penyelidikan. Ketegangan meningkat di malam hari, dengan polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan peluru karet kepada demonstran.

15 Agustus: Polisi merilis video yang menunjukkan Brown merampok sebuah toko. Langkah ini membuat demonstran lebih marah dan menyebabkan bentrokan baru dengan polisi.

16 Agustus: Gubernur Missouri menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam di Ferguson.

17 Agustus: Gubernur memanggil pasukan Keamanan Nasional untuk menjaga perdamaian

18 Agustus: Otopsi independen mengkonfirmasi Brown ditembak enam kali, termasuk dua kali di kepala.

Berdasar data sensus gabungan, dari 21.205 populasi penduduk Ferguson tercatat 65 persen adalah penduduk berkulit hitam dari Afrika. Ada 6 persen aparat polisi yang juga berkulit hitam, 9 persen pengangguran dan 21 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya