Berita

Hukum

Bupati Empat Lawang Mangkir, Istrinya Cuek

JUMAT, 15 AGUSTUS 2014 | 19:49 WIB | LAPORAN:

Suzana Antoni Aljufri, istri Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri menolak memberikan keterangan setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus pemberian keterangan palsu dan upaya menghalang-halangi penyidikan penanganan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Saat ditemui di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Suzana yang tampil mengenakan kemeja batik warna merah maroon itu keluar dari ruang jelang pukul 18.00 WIB. Dia terus berusaha menghindar saat wartawan mengkonfirmasi soal pemeriksaan.

Suaminya, Budi Antoni juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan. Tapi dia mangkir. Jurubicara KPK, Johan Budi, mengatakan, pihaknya menjadwalkan pemeriksaan ulang kepada Budi untuk bersaksi.


"Pemeriksaan (Budi Antoni) dijadwal ulang hari Kamis (20/8)," kata Johan.

Budi Antoni Aljufri dalam surat dakwaan Akil Mochtar disebut memberikan uang suap Rp 10 miliar untuk memenangkan gugatannya di Mahkamah Konstitusi (MK). Uang tersebut diberikan Akil lewat orang dekatnya, Muhtar Ependy.
 
Permintaan itu kemudian dikabulkan oleh Budi melalui istrinya, Suzanna pada Juli 2013, bertempat di Bank BPD Kalimantan Barat cabang Jakarta Pusat ia menyerahkan uang Rp 10 miliar ke Akil melalui Muhtar. Uang itu lalu dititipkan Muhtar kepada Iwan Sutaryadi selaku Wakil pimpinan BPD Kalimantan Barat Cabang Jakarta.

Sementara itu, Muhtar Ependy ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan ekspos atau gelar perkara. Muhtar diduga melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 ayat 1 UU 31 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya