Berita

Hukum

Yulianis: Nazaruddin juga Bagikan Uang ke Andi dan Ibas

KAMIS, 14 AGUSTUS 2014 | 21:29 WIB | LAPORAN:

Bekas Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis membeberkan soal praktik bagi-bagi uang yang dilakukan bosnya, Muhammad Nazaruddin sebelum Kongres Partai Demokrat di Bandung, Mei 2010 lalu.

Edhie Baskoro Yudhono alias Ibas sampai ke kandidat ketua umum, Andi Alifian Mallarangeng ikut kecipratan duit Nazaruddin. Adapun Ibas saat kongres berlangsung merupakan pendukung Andi Mallarangeng.

Andi kabarnya juga didukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan ayah kandung Ibas.‎ Sementara Nazaruddin diketahui merupakan salah seorang relawan Anas saat kongres.


Yulianis menyatakan bahwa saat itu dia sempat mencatat adanya pengeluaran uang ke Ibas dan Andi. Yang dia heran, kok Nazar juga ikut memberikan uang ke kubu Andi Mallarangeng.

"Sebelum kongres itu Pak Nazar memberi kepada Pak Andi Mallarangeng dia kasih juga terus ke Ibas juga kasih. Jadi sebelum kongres, saya juga bingung Pak Nazar condongnya ke siapa Andi Mallarangeng atau ke Pak Anas karena semua dikasih," kata Yulianis saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus Hambalang dengan terdakwa Anas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/8).

Nazaruddin, terang Yulianis, memberikan mandat kepadanya agar membawa sejumlah uang ke kongres tersebut. Totalnya, Rp30 miliar dan 5 Juta Dolar ‎AS. Uang tersebut berasal dari kas Grup Permai dan sumbangan kader Demokrat. Uang diserahkan ke Staf Fraksi Demokrat, Nuril Anwar dan Eva Poempita Soraya.

"Yang US$ 3 juta terpakai US$ 1,8 juta, yang (sisa) US$ 1,2 juta kembali ke saya," terangnya.

"‎Uang US$ 1,8 juta tidak dibuat laporan peruntukannya. Yang ada cuma yang Rp 700 juta. Pertanggungjawaban yang saya ingat adalah bayar hotel, bus," jelas dia sembari mengatakan tak tahu apakah uang tersebut berkaitan dengan pemenangan Anas. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya