Berita

syamsul maarif/net

Nusantara

Syamsul Persembahkan Bintang Jasa ke Semua Pejuang Penanggulangan Bencana

RABU, 13 AGUSTUS 2014 | 19:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tadi pagi Presiden RI memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana kepada Syamsul Maarif selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam rangka peringatan HUT ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Istana Negara Jakarta.

Bintang Mahaputera Adipradana adalah tanda kehormatan tertinggi setelah tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia yang diberikan Presiden kepada seseorang yang mempunyai jasa besar terhadap bangsa dan negara.

Sebelumnya, Syamsul Maarif pernah menerima tanda penghormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden tahun 2011. Syamsul Maarif lahir di di Kauman, Gurah, Kediri, Jawa Timur pada 27-9-1950. Ia menikah dengan Hj. Nanik Kadaryani dikaruniai tiga orang anak.


Syamsul menamatkan SD, SMP, STM di Kediri, kemudian melanjutkan di Akmil Magelang hingga lulus 1973. Beberapa kursus militer di dalam dan luar negeri diikuti. Pangkat terakhir di militer adalah Mayor Jenderal TNI-AD.

Syamsul kemudian menyelesaikan S2 di Prodi Ilmu Sosiologi FISIP Unair, Surabaya tahun 1997 dan S3 di Jurusan Sosiologi FISIP UI Jakarta tahun 2007. Tahun 2006 alih status sebagai PNS dan menjabat Bakornas PB, yang kemudian berganti menjadi BNPB hingga sekarang.

Dari data yang diberikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, diketahui bahwa selama berkarir dalam penanggulangan bencana, Syamsul telah banyak menjadi ketua delegasi Indonesia dan pembicara seminar internasional di banyak negara.

Di kalangan internasional, Syamsul Maarif dikenal sebagai ahli sosiologi bencana dan melahirkan teori-teori baru tentang bencana seperti teori vertizontal, sapalibatisme, SPARE, fase tanggap darurat, dan sebagainya yang saat ini menjadi mainstreaming penanggulangan bencana.

Beberapa buku karya Syamsul Maarif yang telah diterbitkan antara lain: Militer Pasca Perang Dingin: Militer Posmo (2010); Militer Dalam Parlemen 1960-2004 (2010); Perilaku Kolektif Dan Gerakan Sosial (2011); Merapi Menyapa Kehidupan, Hidup Harmonis di Lereng Merapi (2012); Pikiran dan Gagasan Penanggulangan Bencana di Indonesia (2012); Tumbuh, Utuh, Tangguh (2013), Sosiologi Bencana (2014), dan sebagainya.

"Penghargaan ini saya persembahkan kepada semua pejuang kemanusiaan penanggulangan bencana. Semua ini adalah jerih payah semuanya di lingkungan BNPB dan BPBD yang selalu bersama-sama dengan unsur kementerian, lembaga, TNI, Polri, relawan, NGO, dunia usaha dan masyarakat yang selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat terkait penanggulangan bencana," ujar Syamsul. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya