Berita

Hukum

PILPRES 2014

Kembali Diingatkan Gugatan Prabowo Untuk Kepentingan 60 juta suara

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 22:08 WIB | LAPORAN:

Gugatan sengketa Pemilu Presiden (Pilpres) yang dilayangkan Prabowo-Hatta ke Mahkamah Konstitusi (MK) bukan hanya mewakili Prabowo-Hatta, namun jutaan pemilih pasangan nomor urut 1 itu yang telah memberikan suaranya pada 9 Juli lalu.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahuddin, mengatakan gugatan Prabowo-Hatta mewakili 60 juta bahkan hingga ratusan juga pemilih.

"Gugatan MK adalah suatu keadaan yang mencari keadilan yang menghadapkan puluhan bahkan ratusan juta pemilih. Ratusan pemilih rakyat Indonesia yang umurnya dibawah 17 tahun juga menjadi bagian dari 60 juta pemilih yang mewakili keluarganya," ujar Said saat dikonfirmasi (Jumat, 8/8).


Pemerhati Pemilu itu mencontohkan, jika seseorang memiliki tiga anak maka pencoblosan yang dilakukannya bukan saja untuk diri yang mencoblos tapi juga untuk tiga anaknya.

"Saya menitipkan nasib anak saya dengan calon pemimpin. Maka dari itu gugatan ini bisa dibilang gugatan 60 juta orang bahkan ratusan juta," paparnya.

Sedangkan mengenai anggota dewan yang tetap menjadi kuasa hukum dan menangani sengketa, Said mengatakan baik anggota dewan yang sedang menjabat maupun calon anggota dewan dilarang menjalankan praktik sebagai kuasa hukum.

"Karena itu syaratnya, yang dilarang seperti orang yang mencalonkan diri. UU juga menulis untuk tak berpraktik sebagai advokat bagi mereka yang mencalonkan. Kalau mereka tidak mematuhi, berarti syaratnya tak bisa dipenuhi," imbuhnya.[dem]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya