Berita

fahri hamzah/net

Politik

Fahri Hamzah: Tak Akan Ada yang Berkhianat, Demokrasi Lebih Menarik

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 18:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kelemahan koalisi politik adalah ketiadaan platform untuk mengembangkan ide dan gagasan. Karena itu, Koalisi Permanen Merah Putih tidak akan mengulangi kesalahan serupa yang terjadi di masa lalu.

Demikian dikatakan Wakil Sekjen DPP PKS, Fahri Hamzah, dalam pernyataan pers, Jumat (8/8). Menurut dia, gagasan koalisi permanen di parlemen terjadi karena  partai-partai diharuskan konsisten dengan pilihan politik yang diperjuangkan.

"Koalisi maupun oposisi saat ini tidak memiliki platform. Ini terjadi karena pada Pilpres 2009 ada tiga kandidat. Tersisa dua pasang di putaran kedua, sedangkan yang lain dipaksa keluar. Pemaksaan itu membuat tidak terjadinya kristalisasi pikiran dari kelompok-kelompok ini," kata Fahri.


Kondisi itu berbeda dengan Pilpres 2014. Walau menuai sengketa, sejak awal partai-partai sudah bergabung jadi satu kelompok sehingga terjadi kristalisasi. Polarisasi identitas kelompok ini dinilainya sangat baik.

Polarisasi dan kristalisasi, menurutnya, tidak hanya terjadi di partai politik melainkan bisa masuk ke semua lini termasuk keilmuan, media massa, pengusaha dan termasuk para pemuka agama.

"Kategorisasi kelompok yang terjadi sebelumnya kurang dialektif, sekarang akan menjadi dialektis. Kalau kami boleh identifikasi, maka kami (Prabowo-Hatta) sekarang menjadi kelompok yang nasionalis-religius. Demokrasi akan menjadi menarik,” imbuhnya.

Fahri percaya, partai-partai lain yang telah tergabung dalam koalisi Merah Putih tidak akan berkhianat walau dikalahkan lewat proses konstitusional. Karena, partai-partai di koalisi ini juga memiliki cita-cita untuk memperbaiki wajah demokrasi di Indonesia.

"Semua ingin demokrasi lebih sehat lewat konsistensi terhadap ide dan nilai perjuangan," tegas Fahri. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya