Berita

Heru Lelono

Wawancara

WAWANCARA

Heru Lelono: Pak SBY Rela Dihujat Kadernya Karena Bersikap Netral Dalam Pilpres

SENIN, 07 JULI 2014 | 08:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Istana Kepresidenan mengapresiasi upaya penegak hukum dalam mengusut dugaan kampanye hitam Tabloid Obor Rakyat.

’’Dugaan pelanggaran yang dilakukan pengagas Tabloid Obor Rakyat harus dituntaskan agar tidak menimbulkan fitnah ter­hadap institusi kepresidenan,’’ kata Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan Hubungan Ma­syarakat, Heru Lelono, kepada Rakyat Merdeka, yang dihubungi via telepon, kemarin.

Seperti diketahui, Mabes Polri secara resmi menetapkan dua peng­gagas Tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono dan Darma­wan Sepriyossa sebagai tersang­ka, Kamis (3/7).


Setiyardi dan Dar­mawan ditetapkan sebagai ter­sangka setelah penyidik me­meriksa sejumlah saksi dan me­minta keterangan Dewan Pers.

“Surat Pemberitahuan Dimu­lai­nya Penyidikan (SPDP) sudah ditandatangani dan dikirim ke Kejaksaan Agung. Kesaksian De­wan Pers melengkapi alat bukti untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Herry Prastowo di Jakarta, Jumat (4/7).

Heru Lelono selanjutnya me­minta proses penegakan hukum terhadap penggagas Tabloid Obor Rakyat dilakukan secara adil dan terbuka.

’’Dugaan kampanye hitam itu harus dituntaskan agar tidak me­nimbulkan fitnah terhadap ins­titusi kepresidenan.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana sikap Istana de­ngan penetapan tersangka itu?
Istana mengapresiasi langkah penegak hukum itu. Saya pasti­kan, Istana tidak terlibat dalam kasus tersebut. Dugaan pelang­ga­ran yang dilakukan Asisten Staf Khusus Presiden bidang Pem­bangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai, Setyardi Boediono adalah persoalan pri­badi. Kita harus memisahkan antara urusan pribadi dan ins­titusi.

Kami minta semua  pihak un­tuk menghormati prsoses pene­gakan hukum yang sedang berjalan.

Demi kemajuan demokrasi In­donesia, mari kita pisahkan pro­ses hukum dan politik. Presiden sangat mendukung, bahkan men­dorong berbagai pelanggaran hu­kum terkait kampanye ditun­taskan.

Apa Presiden memberi ins­truksi khusus?
Soal penegakan hukum, Pre­siden SBY berkali-kali menegas­kan, tidak boleh ada intervensi dan penegakan hukum harus dilakukan secara adil. Mari kita hormati proses yang sedang ber­langsung dan berhenti menyebar fitnah terhadap institusi lain.

Bagaimana jika pengusutan kasus ini menyeret oknum dari institusi kepresidenan?
Kalau ada dugaan pelanggaran, silakan ditindak. Kalau tidak ada, ya jangan menyebar fitnah. Perlu saya tegaskan, Presiden SBY adalah seorang negarawan. Pak SBY rela dihujat kadernya, kare­na mengambil sikap netral dalam Pilpres 2014. Beliau ingin me­nunjukkan posisinya, sikapnya, sebagai kepala negara.

Saya berharap, sikap ini ditiru para elite lain. Dengan demikian, kita menyelenggarakan pilpres de­ngan tertib dan melakukan penggantian kepemimpinan tan­pa melukai siapa pun.

Kasus Tabloid Obor Rakyat terjadi saat kampanye pilpres, bagaimana memisahkan proses hukum dan politik terkait kasus itu?

Apapun alasannya, proses hukum dan politik harus dipisah­kan. Kita mengakui, hukum ada­lah produk politik. Tapi, setelah aturan hukum diputuskan melalui proses politik, ya sudah. Jangan dibawa ke ranah politik lagi. Kalau ada yang melanggar, ya ditindak sesuai mekanisme yang berlaku. ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya