Berita

prabowo-sby

Inilah Lima Pesan SBY kepada Prabowo-Hatta

JUMAT, 04 JULI 2014 | 23:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan lima pesan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kalau mereka diberi amanah untuk memimpin bangsa 2014-2019.

"Saya punya kewajiban moral untuk mengingatkan kembali," kata Presiden saat menerima kunjungan pasangan Prabowo-Hatta di kediaman pribadinya di Cikeas, Jawa Barat, Jumat malam (4/7).

Menurut SBY, dirinya pada Jumat pagi menerima surat dari tim kampanye nasional Prabowo-Hatta yang ingin bertemu dan beraudiensi di Cikeas sehingga wajib bagi dirinya untuk menerima audiensi yang berlangsung Jumat malam ini.


Presiden juga menyatakan telah menyiapkan catatan yang dinilai bermanfaat bagi seluruh pasangan capres-cawapres dan dinilai dapat membawa kebaikan bagi bangsa dan negara Republik Indonesia.

SBY mengemukakan dirinya tidak berniat menggurui tetapi hanya ingin menyampaikan berdasarkan apa-apa saja yang dialami dan dirasakan dirinya selama menjadi presiden dalam dekade terakhir.

"Memimpin Indonesia selama 10 tahun penuh dengan suka duka dan romantika. Saya tidak menggurui tetapi saya ingin berbagi. Insya Allah akan ada gunanya," katanya, seperti dilansir Antara.

Presiden Yudhoyono mengemukakan, pesan pertama adalah bila Prabowo-Hatta terpilih maka mereka harus sabar, tegar dan kuat karena Indonesia pada saat ini adalah era kebebasan dan demokrasi sehingga masyarakatnya juga kerap kritis.

Bila ada yang kurang dengan kinerja pemerintahan, ujar dia, maka yang menjadi sasaran kritik biasanya adalah presiden, wakil presiden, menteri, dan jajaran lainnya di pemerintahan. "Harapan saya kuat, tegar dan sabar menghadapi berbagai kritik dan ketidakpuasan nanti," ungkapnya pada acara yang disiarkan TVOne itu.

Pesan yang kedua adalah pemerintah harus terus bekerja dan berikhtiar meski tetap dikritik dan disalahkan.

Pesan ketiga adalah meletakkan kepentingan rakyat di atas kepentingan partai, kelompok, apalagi kepentingan keluarga. "Banyak godaan untuk mengiming-imingi tapi harus kokoh dan tidak tergoda untuk mengutamakan kepentingan rakyat," kata Presiden Yudhoyono.

Pesan keempat adalah bila terpilih maka presiden harus mengayomi dan menyayangi seluruh masyarakat termasuk rakyat yang tidak memilih presiden tersebut.

"Pemimpin karena tidak dipilih tidak boleh menyimpan amarah dan dendam yang tidak habis-habisnya. Semua harus menjadi rakyat kita yang dipimpin seadil-adilnya," ujarnya.

Sedangkan pesan kelima adalah Indonesia telah memilih menjadi negara demokrasi meski masih belum sempurna karena sedang tahap pematangan dan konsolidasi tetapi walau bagaimanapun demokrasi dan kebebasan harus dihormati. "Saya yakin bapak berdua bisa menghormati nilai-nilai demokrasi," katanya.

Sasaran kembar, menurut SBY, adalah menciptakan politik yang stabil demi pertumbuhan ekonomi dengan menghormati nilai-nilai demokrasi.

Sementara itu, Prabowo mengucapkan terima kasih serta menyampaikan penghargaan dan rasa hormat kepada berbagai hal dan kebijakan yang telah dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya