Berita

Marciano Norman

Wawancara

WAWANCARA

Marciano Norman: Meski Kondisinya Hangat, Situasi Semua Wilayah Masih Terkendali

RABU, 02 JULI 2014 | 08:48 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bulan suci Ramadan membawa berkah terhadap stabilitas nasional. Ini terlihat dari tensi kampanye Pilpres 2014 menurun di bulan yang mewajibkan umat muslim melakukan ibadah puasa itu.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan, sebelum pencoblosan Pilres 2014, situasi nasional terpantau stabil. Hangatnya tensi politik diturunkan dengan datangnya bulan suci yang mewajibkan umat muslim menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk.

“Waktu kampanye dan pemilihan pasangan capres-cawapres bertepatan dengan bulan Ramadan sangat menguntungkan kita. Beberapa hari terakhir, hangatnya suhu kampanye terpantau turun karena masyarakat tidak mau merusak ibadahnya,” ujar Marciano Norman kepada Rakyat Merdeka di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/6).


‘’Bulan suci Ramadan berperan besar dalam menjaga stabilitas nasional.  Saat berpuasa, orang berpikir  untuk menyampaikan informasi yang tidak benar.
Mereka tidak mau merusak puasa dengan menyampaikan hal yang tidak benar. Hal seperti ini berdampak positif terhadap stabilitas keamanan nasional,”  tambahnya.
 
Berikut kutipan selengkapnya:

Apa seluruh Indonesia kondisinya terpantau aman?
Sampai saat ini, situasi  terpantau baik. Meski kondisinya hangat, situasi semua wilayah masih terkendali. Masyarakat juga cukup dewasa menghadapi dinamika kampanye. Saya optimistis, puncak pelaksanaan pilpres akan berjalan baik. Insya Allah berjalan aman sesuai harapan seluruh rakyat Indonesia.

Bagaimana persiapan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan?
Kami sudah berupaya maksimal menggunakan perangkat keamanan, baik lewat kepolisian dan back up dari TNI. Semua sudah digelar.

Selain itu, kami juga mengoptimalkan peran komunitas intelijen sebagai alat untuk memberikan peringatan dini terhadap perkembangan yang terjadi. Berbagai pemeriksaan kesiapan juga terus kami lakukan.

Setelah pencoblosan, persiapan apa saja yang sudah dilakukan?
Kami juga sudah melakukan berbagai hal terkait situasi keamanan pasca pencoblosan. Sejauh ini kondisinya terpantau baik, dan kami berharap kedua pihak dan seluruh pendukungnya siap menghadapi kondisi (menang atau kalah).

Kami berharap, pihak yang menang bersuka rianya jangan berlebihan. Sementara yang kalah jangan menilai ini sebagai akhir segalanya. Kita harus sama-sama mendukung pimpinan baru untuk Indonesia yang lebih baik. ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya