Berita

net

Bisnis

SBY Dapatkan Kabar Baik Renegosiasi Harga Gas Tangguh

SENIN, 30 JUNI 2014 | 14:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menyinggung perundingan kembali (renegosiasi) harga jual gas Tangguh yang dinilainya terlampau rendah.

Saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet di kantor Presiden, Jakarta, Senin (30/6), presiden meminta Menko Perekonomian Chairul Tanjung dan Menteri ESDM Jero Wacik, menyampaikan hasil negosiasi harga jual gas Tangguh. Ia menegaskan, pembahasan ini penting untuk menanggapi isu bahwa harga yang tertuang dalam kontrak pemerintah pada 2002, yaitu 2,7 dolar AS per MMBTU, dianggap terlalu rendah.

"Ternyata untuk mengubah kontrak tidak mudah, dengan negosiasi yang alot waktu itu hanya naik beberapa. Kita masih berjuang dengan Tiongkok," kata Presiden SBY, dikutip dari setkab.go.id.


Ia menambahkan, pada tahun 2012 ia telah bertemu dengan Perdana Menteri (PM) RRT Wen Jia Bao dan Presiden Hu Jin Tao untuk memperjuangkan keadilan terkait harga penjualan gas Tangguh. SBY tekankan, sebetulnya pemerintah menghormati kontrak penjualan gas Tangguh yang dilakukan tahun 2002 silam di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun, selalu ada ruang untuk negosiasi.

"Itulah yang sedang dilakukan, dan alhamdulillah saya mendapatkan good news, bahwa ada perubahan yang signifikan. Kalau itu bisa diwujudkan, maka lompatan penerimaan total hingga akhir tahun bisa naik 400 persen," tuturnya.

Kontrak penjualan gas Tangguh ke Tiongkok dilakukan pada era pemerintahan Presiden Megawati dengan harga awal 2,4 dollar AS per MMBTU. Setelah melalui negosiasi, pada 2006, pemerintahan RRT bersedia menaikkan harga beli gas Tangguh menjadi 3,3 dolar AS per MMBTU.

Tim dari Kementerian ESDM belum lama ini bernegosiasi dengan pembeli LNG asal Fujian, RRT. Ada indikasi mereka bersedia membayar lebih mahal, dari awalnya cuma USD 2,4 per kubik feet. Menteri ESDM Jero Wacik berharap RRT mau membayar gas Tangguh dengan harga 9 dollar AS per MMBTU. Tapi, kalaupun mentok, Jero berharap harga jual bisa sampai di angka 8 dollar AS per kubik feet.

"Kita sudah dapat laporan, kira-kira akhir bulan ini closing. Kalau 8 dollar AS itu kita bisa dapat Rp 6,2 triliun," papar Jero Wacik pekan lalu.

Menurut Menteri ESDM, jika ditilik, baru-baru ini pemerintah RRT telah melakukan impor LNG ke negara Qatar dengan harga 13 dollar AS. Namun karena telah terikat kontrak awal dengan Indonesia sejak 2002 lalu, RRT bersikeras agar harga jual LNG sesuai kesepakatan awal. [ald]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya