Berita

anies baswedan

Anies: Soal Kebocoran Anggaran, Prabowo harus Cek Dulu Sebelum Bicara

KAMIS, 19 JUNI 2014 | 08:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tim Joko Widodo-Jusuf Kalla menyoroti pernyataan calon Presiden Prabowo Subianto soal adanya kebocoran anggaran negara mencapai Rp. 1.000 triliun, bahkan Rp 7.200 triliun.  

Seharusnya Prabowo melakukan ricek terlebih dahulu, menanyakan lebih detil kepada timnya mengenai perbandingan angka anggaran APBN dan jumlah kebocoran tersebut sebelum membuat pernyataan.

"Bayangkan dari angka 1.842.5 triliun total angka Anggaran Belanja Negara, kebocorannya 1.000 trilliun. Angka ini sangat fantastis. Lebih dari 60 persen angka tersebut diasumsikan oleh Prabowo bocor," jelas Jubir JKW-JK, Anies Baswedan, dalam rilisnya (Kamis, 19/6).


Menurutnya, jumlah kebocoran tersebut terlalu fantastis walaupun Indonesia memang masih terbelit dengan masalah penyakit korupsi yang terbilang akut.

Karena itu katanya lagi, Prabowo mestinya punya praduga dan analisa yang lebih baik bahwa angka ini tak mungkin bahkan terbilang fantastis. Harus dicek dulu kebenarannya, bagaimana nalar dan logika angka tersebut.  

"Implikasinya bukan hanya saja kesalahan menyebarkan informasi, akan tetapi juga efek yang bisa berbalik bahwa pernyataan dari Prabowo akan hanya dianggap isapan jempol tak berdasar tanpa logika dan hanya merupakan narasi kampanye untuk mendapatkan empati singkat",  tutup Anies Baswedan.

Dalam debat Capres lalu, Prabowo mengutip penjelasan Ketua KPK Abraham Samad yang disampaikan 7 September 2013 lalu bahwa kekayaan negara hilang setiap tahunnya sekitar Rp 7.200  triliun karena banyak kebijakan impor yang tak jelas dan lemahnya regulasi untuk melindungi sumber daya energi Indonesia. Saat itu Samad memberikan materi dalam acara Rakernas PDI Perjuangan di Hotel Ecopark, Ancol, Jakarta.

"Tim pakar kami gunakan angka Rp 1.000 triliun yang hilang. Rp 1.000 triliun saja sudah fantastis, di sinilah rencana kami, Prabowo dan Hatta, untuk mengamankan. Jika kami terima mandat nanti, ini sasaran kami ingin tutup kebocoran Rp 1.000 triliun itu," kata Prabowo.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menjelaskan, yang dimaksud kebocoran adalah penggabungan dari sektor penerimaan negara dan belanja negara. Untuk penerimaan, kebocoran terjadi mulai dari sektor migas, mineral, sampai pajak.

Sedang untuk sektor pengeluaran, kebocoran itu terjadi di sektor subsidi, bansos, dan inefisiensi seperti banyaknya kunjungan ke luar negeri. Jika digabung, kebocoran itu mencapai Rp 1.000 triliun setiap tahun. (Baca: Hatta: Dua Esensi yang Disampaikan Prabowo terkait Kebocoran Anggaran)

Angka ini, lanjut Fadli, sangat rasional. Sebab, banyak pengamat yang menyatakan selama ini terjadi kebocoran anggaran antara 20 sampai 30 persen. "Ini terjadi sudah lama. Sejak jaman Pak Harto, menurut Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, telah terjadi kebocoran sebesar 30 persen. Jadi, ucapan Pak Prabowo itu bukan hiperbola,” ucapnya.

Kebocoran anggaran ini, sambungnya, tidak menyiratkan kegagalan pemerintahan SBY. "Tapi saya kira ini masalah maksimalisasi," tandasnya. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya