Berita

prabowo-hatta

Deklarasikan SMI, Eksponen Muhammadiyah Dukung Prabowo-Hatta

SELASA, 10 JUNI 2014 | 20:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Muhammadiyah secara organisasi netral dan terlibat politik praktis terkait Pemilihan Presiden 2014 ini berdasarkan keputusan Tanwir Mei lalu. Karena itu, Muhammadiyah tidak akan mendukung salah satu dari dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Namun, hasil Tanwir juga memberikan kebebasan warga Muhammadiyah untuk gunakan hak politiknya secara cerdas dan bijaksana.

Karena itu, para fungsionaris dan eksponen Muhammadiyah yang tergabung dalam Surya Madani Indonesia (SMI) mendeklarasikan dukungan untuk Subianto-Hatta Rajasa. Mereka percaya, Prabowo-Hatta akan bisa membentuk negara madani yang menyejahterakan rakyat.


“Maka, kami seluruh eksponen fungsionaris, eksponen angkatan muda Muhammadiyah, warga Muhammadiyah di level nasional ini untuk sepakat membentuk Surya Madani Indonesia sebagai relawan pendukung Prabowo - Hatta,” kata Koordinator Nasional SMI, Syafrudin Anhar dalam jumpa pers di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (10/6).

Hadir mendampingi Syafrudin, Wakil Kornas Fikri Yasin, Bendum Rusli Halim Fadli, Wasekjen Pedri Kasman, Ihsan Jauhari dan Koordinator Logistik Suwono Wibowo.

Syafruddin menjelaskan, Tanwir Muhammadiyah memberikan tujuh kriteria seorang pemimpin. Setelah dilakukan kajian, tujuh kriteria ini cocok dengan Prabowo-Hatta. Karena itulah, SMI bersepakat untuk melabuhkan dukungan ke capres-cawapres nomor urut 1 ini.

Syafrudin memastikan, dukungan ini bukan karena sentimen atau keberpihakan kepada partai politik. Dukungan tersebut murdni dilandasi kajian yang sudah diputuskan Tanwir Muhammadiyah. “Maka, dengan kebebasan kami masing-masing kami jatuhkan pilihan dukungan kepada Prabowo-Hatta,” ucapnya.

Sementara itu, Bendum SMI Rusli Halim Fadli mengatakan, memang betul ada bagian dalam kelompok Muhammadiyah yang sudah lebih dulu menyatakan sebagai relawan capres cawapres.

“Tapi, bedanya SMI ini adalah pola strukturisasi di bawah. Kami yakin lebih massif. Kalau yang lain hanya melibatkan eksponen, tapi kami tidak hanya ekposnen, tapi juga fungsionaris (Muhammadiyah),” jelasnya.

Dengan pola strukturasi dari bawah ini, kata mantan Ketum DPP IMM ini, sekitar separuh dari jumlah warga Muhammadiyah yang sekitar 35 juta diyakini akan ikut dalam SMI ini.

"Target kita separuh (dari 35 juta), ikut dalam SMI itu. Mudah-mudahan itu menjadi sumbangsih kita dalam berbangsa dan bernegara,” ucap Ketua Umum Penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA) ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya