Berita

PILPRES 2014

Jokowi Kecewakan Rakyat, Prabowo Tak Pernah

JUMAT, 06 JUNI 2014 | 03:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn) Prabowo Subianto dinilai lebih baik dari Gubernur DKI Jakarta non aktif Joko Widodo. Prabowo dan Jokowi saat ini sedang bersaing untuk meraih kursi RI dalam Pilpres 2014 ini.

"Prabowo lebih baik dari Jokowi karena satu hal. Prabowo belum pernah mengecewakan rakyat pemilih," jelas Direktur The Indonesian Reform Syahrul Efendi Dasopang (Jumat, 6/6).

Prabowo belum pernah mengecewakan rakyat pemilih karena dia tidak pernah terpilih untuk menduduki jabatan seperti walikota atau gubernur. Berbeda dengan Jokowi, yang dipilih rakyat berkali-kali. Di Solo sebagai walikota dan di Jakarta sebagai gubernur.


Dengan maju sebagai capres, sudah tentu banyak janji-janji kampanye pada Pilgub 2012 lalu yang belum dipenuhi sampai saat ini.

"Maka otomatis dengan demikian, dia telah mengecewakan para pemilihnya. Misalnya pemilih warga Jakrta yang berharap dia dapat menuntaskan masa jabatannya selama 5 tahun agar supaya visi Jakarta baru dia itu dapat terimplementasi dengan baik. Tiba-tiba dia meninggalkan harapan para pemilihnya," ungkap Syahrul.

Karena itulah dia menambahkan, Jokowi dapat disebut sebagai orang yang tak berkomitmen dan menepati janji. "Kalau mau ditunjukkan siapa saja pemilih gubernur Jokowi yang telah dikecewakan itu, saya bisa sebutkan banyak sekali.

Sementara Prabowo karena tak pernah merasakan jadi walikota atau gubernur, maka dia bersih dari penilaian sebagai orang yang tak berkomitmen.

"Sebab dia harus terplih dulu, baru hal itu dapat dinilai terhadapnya. Sekarang pertanyaanya, kita akan memilih calon presiden yang pernah mengecawakan rakyat pemilih atau yang calon presiden yang belum pernah (mengecawakan rakyat)? demikian Syahrul, mantan Ketua Umum PB HMI ini.

Entah kebetulan atau tidak, yang jelas berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis kemarin, Prabowo-Hatta unggul atas Jokowi-JK di Jakarta. Dengan perbandingan 35 dengan 30,66 persen.

Soal hal tersebut, peneliti LSI, Rully Akbar, menduga Jokowi sudah kehilangan pamor sebagai gubernur karena belum selesai satu masa jabatan sudah maju dalam Pilpres 2014. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya