Berita

net

Bisnis

PERSIAPAN RAMADHAN

Pedagang Siap Bantu Pemerintah Jaga Stabilitas Harga

SABTU, 31 MEI 2014 | 17:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah dituntut untuk dapat menjaga stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan.

Menurut Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), ada kecenderungan masyarakat berasumsi harga-harga akan melambung setiap memasuki Ramadhan. Asumsi ini mendorong masyarakat untuk melakukan aksi beli dalam skala besar sebagai stok selama Ramadhan.

"Bila tidak disikapi dengan menjaga ketersediaan barang dan alur distribusi, akan menimbulkan masalah kelangkaan barang yang mengakibatkan kenaikan harga," kata Wasekjen DPP IKAPPI, M Faiz Rozi, lewat kiriman pernyataan tertulisnya (Sabtu, 31/5).
 

 
Selain itu, ia menuntut pemerintah juga tegas menindak para tengkulak yang melakukan aksi ambil untung dari situasi ini. Bila tidak, pedagang selalu menjadi pihak yang disalahkan. Padahal pedagang sendiri terkadang tidak kuat menghadapi situasi, dan menjadi pihak yang sangat dirugikan.

"Data yang dimiliki DPP IKAPPI menyebutkan bahwa suplai bahan kebutuhan pokok sudah cukup bagus dan tersedia hingga setelah Lebaran. Sekarang pekerjaan rumah bagi pemerintah adalah memastikan jalur distribusinya tidak menemui kendala. Sehingga permintaan masyarakat akan bahan pokok dapat terpenuhi," kata Rozi.
.
Hingga saat ini, DPP IKAPPI terus memantau perkembangan kenaikan harga dan ketersediaan barang di berbagai pasar di Indonesia. IKAPPI juga bersedia bekerja sama dengan Pemerintah baik di pusat maupun daerah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan. [ald]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya