Berita

jokowi/net

Hukum

SKANDAL TRANSJAKARTA

HMI Jakarta Tuntut Jokowi Mundur

RABU, 28 MEI 2014 | 15:11 WIB | LAPORAN:

. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam 'Gerakan Kader HMI se-Jakarta' berdemonstrasi di depan Balaikota DKI Jakarta, Rabu (28/5). Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang maju di Pilpres 2014 agar mundur dari jabatannya.

Koordinator aksi, Fahriz Badar mengatakan, Jokowi harus mundur karena menurut pengakuan mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, dia terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Bus TransJakarta dan bus umum.

"Kami minta Jokowi harus segera mundur dari jabatan Gubernur DKI Jakarta agar mempermudah proses penyidikan," teriak Koordinator aksi Fahriz Badar sebagaimana disampaikan dalam rilis yang diterima redaksi beberapa saat tadi (Rabu, 28/5).


Seperti diketahui, melalui kuasa hukumnya, Feldy Taha, Udar mengklaim punya bukti kuat yang bisa menyeret Jokowi ke Kejaksaan Agung untuk diperiksa. Jadi, bagaimana Jokowi akan memimpin Indonesia, baru satu tahun menjadi Gubernur, sudah diduga terlibat korupsi. Padahal, para fanatikusnya sudah menganggap Jokowi seperti 'nabi' yang maksum, tanpa cacat, kok doyan duwit?

"Saya dan tim sudah menemukan bukti yang bisa dapat menyeret Gubernur. Bukti itu dalam bentuk SK Gubernur mengenai pekerjaan penggunaan barang dan kuasa penggunaan anggaran," kata Feldy, Minggu (25/5) malam.

Feldy kemudian menyebutkan bahwa SK tersebut menunjukan bahwa Jokowi bertindak sebagai penanggung jawab penggunaan anggaran. "Jadi, yang menunjuk adalah SK Gubernur," simpulnya.

Dalam kesempatan ini, Fahriz juga mendesak Kejaksaan Agung untuk menetapkan Jokowi sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bus TransJakarta. Alasannya, Jokowi dalam proyek ini berperan sebagai penanda tangan penetapan proyek BKTB. Menurutnya, itu sama seperti Andi Malaranggeng sebagai penanggung jawab proyek Hambalang.

"Kejaksaan Agung harus mempertimbangkan keterangan Udar Pristono mengenai keterkaitannya dalam kasus korupsi Bus TransJakarta," tekan Fahriz.

Dia juga meminta agar bakal calon presiden yang diusung oleh PDIP dan koalisinya untuk menghentikan pencitraan kepada rakyat DKI Jakarta dan Indonesia serta bertanggung jawab dalam perkara itu.

"Kerugian negara sebesar Rp. 1,5 triliun, Jokowi harus bertanggung jawab," demikian Fahriz. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya