Pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tanah Air jelang
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sangat menggembirakan. Bahkan, UKM ini
mampu menyerap tenaga kerja.
Demikian dikemukakan pendiri Cita Tenun Indonesia (CTI) Okke Hatta Rajasa.
Menurutnya,
pertumbuhan UKM di Indonesia yang telah mampu memenuhi konsumsi dalam
negeri secara mandiri. Ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan UKM
Indonesia dalam memasuki pasar modal. Di samping itu, UKM yang bergerak
dalam bidang usaha tekstil termasuk tenun, merupakan bentuk usaha yang
mampu menyerap tenaga kerja.
"Saya juga ingin mewujudkan UKM Indonesia yang solid dan mampu
memberikan dampak nyata terhadap lingkungan sekitarnya," ujar istri
Hatta Rajasa ini.
Menurut Okke, peran UKM dalam perekonomian
Indonesia sangat besar. Salah satu adalah kontribusinya sebagai
lokomotif perekonomian Indonesia. Karena itu, CTI berkomitmen untuk
terus mendukung perkembangan dan kemajuan UKM, terutama tenun yang
outputnya adalah turut meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama
kelompok-kelompok perajin tenun.
Okke yakin UKM Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Untuk
itulah, CTI senantiasa mendukung pertumbuhan UKM melalui berbagai tiga
program utama, yaitu program pelestarian, program pelatihan, dan program
pemasaran. Program-program yang berkelanjutan seperti ini secara
langsung membantu perekonomian mandiri dari para entrepreneur tersebut.
"Saya dan CTI percaya bahwa kekuatan perekonomian suatu bangsa akan
terbangun naik dengan baik jika dilakukan secara mandiri tanpa
ketergantungan pada pihak asing," jelas Okke.
Okke memastikan
CTI akan terus berperan aktif mengembangkan UKM Indonesia. Sepanjang
2014 ini, CTI akan terus mempromosikan hasil karya perajin melalui
kolaborasi dengan desainer mode, desainer tekstil, desainer interior,
instruktur pewarnaan alam dan sintetis, instruktur struktur tenun,
antropolog, motivator, evaluator, dan lain-lain.
"Kami memiliki 12 daerah binaan dan akan terus berkembang dimana
masing-masing daerah akan menjalani program selama periode tertentu,"
imbuhnya.
Saat ini katanya, perajin tenun binaan CTI menghasilkan
karya yang luar biasa. Contohnya, high fashion maupun produk interior.
Untuk itu CTI terus mendukung perajin tenun melalui pelatihan-pelatihan
sehingga dapat memproduksi produk-produk yang menggunakan kain tenun
sesuai dengan kebutuhan, tidak hanya untuk dalam negeri tetapi juga
internasional.
Untuk memasarkan produk binaan yang telah jadi, tiap tahunnya CTI sering
mengikuti pameran-pameran baik dalam negeri maupun luar negeri.
Selain
itu juga, untuk mengkomunikasikan Tenun Indonesia dan hasil
pencapaiannya ke berbagai negara yang berpotensi sebagai pasar, CTI
menggelar presentasi koleksi mode dengan memfasilitasi kolaborasi antara
perajin dengan desainer mode dan desainer tekstil.
Hasil kolaborasi kemudian ditampilkan dalam berbagai presentasi
mode, salah satunya yang sudah pernah dilakukan adalah di London pada
acara yang dituan rumahi oleh Prince Andrew, Washington DC, Belanda
India, Jepang, Cina, Paris untuk acara Pret-a-porter, dan New York.
[wid]