Berita

MS Hidayat

Bisnis

Program P3DN Siap Menghadapi Liberalisasi Perdagangan Global

JUMAT, 23 MEI 2014 | 09:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengungkapkan, kecenderungan perdagangan global sudah semakin mengarah kepada liberalisasi baik secara bilateral, regional maupun multilateral.

Menurut dia, itu bisa dilihat dari beberapa bentuk perjanjian perdagangan, misalnya ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA), ASEAN Korea Free Trade Agreement, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) dan juga ASEAN Economic Community (AEC) yang akan dimulai tahun depan.

“AEC momen yang penting bagi Indonesia karena akan memberikan peluang untuk memperluas pasar produk industri nasional. Namun, AEC juga akan menjadi tantangan mengingat penduduk Indonesia sangat besar. Ini akan menjadi tujuan pasar bagi produk dari negara ASEAN lainnya,” ujar Hidayat saat membuka Pameran Produksi Indonesia (PPI) di Bandung, kemarin.


Karena itu, lanjut dia, perlu didorong inovasi dan ide-ide kreatif untuk menciptakan produk-produk bernilai tambah tinggi agar bisa bersaing dengan produk impor akibat perjanjian perdagangan bebas.

Untuk mendorong keberlangsungan industri dalam negeri, Hidayat berharap, Kemenperin dan pemerintah daerah terus menjalankan kebijakan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Apalagi, kebijakan ini merupakan program nasional sesuai dengan  Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2009 yang memerintahkan kementerian dan pemda dalam pengadaaan barang/jasa yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus menggunakan produk dalam negeri.

“Minimal Tingkat Kandungan Dalam Negerinya (TKDN) mencapai 25 persen,” katanya.

Sebab itu, Kemenperin akan membuat peraturan teknis untuk menghilangkan impor produk tidak standar dan menciptakan early warning system untuk mengamati perkembangan impor.

Menurut politisi Partai Golkar itu, dalam rangka peningkatan dukungan iklim industri, pihaknya menyiapkan kebijakan jangka pendek melalui upaya menurunkan biaya modal, biaya energi dan biaya man power. Selain itu, biaya logistik, jaminan ketersediaan bahan baku serta biaya logistik iklim investasi.

Namun, Hidayat menyayangkan impor bahan baku dan barang modal industri yang masih tinggi. Hal ini menyebabkan defisit transaksi perdagangan. Apalagi ditambah masih lemahnya daya saing industri nasional dan belum kuatnya struktur industri nasional.

Diakui politisi Partai Golkar itu, alokasi sumber daya energi dan bahan baku juga belum optimal. Apalagi saat ini gas dan mineral dan batubara (minerba) masih banyak diekspor. Karena itu, diperlukan upaya pengembangan industri substitusi impor untuk mengurangi impor bahan baku dan barang modal.

Hidayat mengatakan, kinerja investasi di sektor industri juga perlu ditingkatkan lagi. Apalagi, investasi penanaman modal asing (PMA) turun 23,27 persen menjadi 3,49 miliar dolar AS dibanding periode yag sama. Sedangkan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) naik tipis 1,73 persen menjadi Rp 11,11 triliun. Hal ini harus menjadi perhatian karena investasi menjadi salah satu pendorong sektor perekonomian.

Sekjen Kemenperin Anshari Bukhari menambahkan, pameran PPI kali ini mengambil tema Karya Indonesia Untuk Dunia. Tujuannya, untuk memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi besar terhadap pembangunan sektor industri nasional. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya