Berita

Hukum

Waryono Dicecar Puluhan Pertanyaan, Salah Satunya Soal Bagi-bagi Uang di DPR

JUMAT, 23 MEI 2014 | 04:07 WIB | LAPORAN:

Sekitar sepuluh jam lamanya, eks Sekjen ESDM, Waryono Karno, diinterogasi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang pemeriksaan.

Waryono diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan gratifikasi terkait pembahasan APBN-P tahun 2013 di Kementerian ESDM, dengan tersangka Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana.

Usai diperiksa, tak banyak yang dilontarkan Waryono. Entah karena lelah, atau mungkin ada yang disembunyikan. Tapi, saat ditanya apakah penyidik menanyakan mengenai proses pemberian uang ke Komisi VII DPR, Waryono tak membantahnya.


"Ya," kata Waryono sembari mengangguk di depan kantor KPK Jakarta, Kamis malam (22/5).

Waryono keluar dari ruang pemeriksaan menjelang tengah malam tadi. Dalam pemeriksaan dia mengaku dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik. Apa saja pertanyaan itu, dia tidak merincinya.

"Kapasitas saya sebagai saksi, untuk Pak Sutan, sekitar 20 sampai 30 pertanyaan," tandas Waryono yang mengenakan jas dan menenteng tas itu.

Setelah mengatakan itu dia lalu berjalan cepat dan masuk menuju mobil yang telah menunggu di jalur lambat depan gedung KPK.

KPK sebelumnya telah menetapkan Sutan Bathoegana sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah pembahasan anggaran APBNP tahun 2013 di Kementerian ESDM. Kasus ini merupakan pengembangan penyidikan kasus dugaan suap di lingkungan SKK Migas.

Atas perbuatannya, Sutan diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.  [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya