Berita

Hardiono/net

Hukum

Diperiksa Lima Jam, Tenaga Ahli SKK Migas Cuek

KAMIS, 22 MEI 2014 | 15:16 WIB | LAPORAN:

. Tenaga ahli di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Hardiono merampungkan pemeriksaan dalam perkara dugaan gratifikasi terkait pembahasan APBN-P tahun 2013 di Kementerian ESDM dengan tersangka Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana.

Hardiono menjalani pemeriksaan sekitar lima jam oleh penyidik. Dia terpantau keluar sendirian dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.50 tadi. Saat disinggung mengenai adanya dugaan bagi-bagi uang ke Komisi VII DPR RI, Hardiono mengklaim tak mengetahuinya.

"Nggak ada, nggak ada," kata Hardiono di kantor KPK Jakarta, Kamis (22/5).


Dalam persidangan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini terungkap, Hardiono merupakan orang yang menerima uang yang dibawa orang suruhan Rudi untuk Didi Dwi Sutrisnohadi sebesar 140 ribu dolar AS. Uang yang sudah diterima Didi kemudian diberikan kepada Waryono Karno.

Waryono menuliskan di papan tulis kertas pembagian uang ke seluruh komponen Komisi VIII. Didi Dwi kemudian memisahkan uang-uang itu dalam amplop. Sebesar 7.500 dolar kemudian diberikan kepada Pimpinan Komisi VII dengan amplop berkode P, dan sisanya masing-masing 2.500 dollar untuk 43 anggota Komisi VII dengan amplop berinisial A. Terakhir untuk sekretariat Komisi VII DPR sebesar 2.500 dalam satu amplop. Di amplop ditulis inisial S. Uang itu diserahkan lewat staf ahli Sutan Bathoegana, Iriyanto Muhyi.

Ketika ditanya soal itu, Hardiono cuek. Tanpa menjawab pertanyaan itu, dia lalu ngeloyor masuk dalam mobil Kijang Innova berwarna hitam yang menjemputnya di samping gedung markas Abraham Samad Cs tersebut. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya