Berita

net

Hukum

Ditepis, Pernyataan Samad Soal Tersangka Baru Kasus Haji

SELASA, 20 MEI 2014 | 03:10 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, belum mau berspekulasi soal kemungkinan bakal ditetapkannya tersangka baru dalam penyelidikan pengadaan barang dan jasa, terkait penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag).

Bambang hanya mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan gelar perkara alias ekspose tahap awal, tapi tidak membahas penetapan tersangka di kasus itu.

"KPK memang lakukan penyelidikan penyelengaran haji secara umum, ada beberapa item di situ. Nah dari proses ini akan diambil putusan, ekspose (gelar perkara) awal sudah dilakukan dan ada masukan untuk lakukan beberapa langkah lagi," kata BW di kantor KPK Jakarta, Senin (19/5).


Pernyataan ini sekaligus menepis pernyataan Samad yang menyebutkan akan ada pejabat tinggi negara yang menjadi tersangka dalam waktu satu atau dua pekan ke depan.

Bambang menerangkan, ekspose awal itu dilakukan untuk melakukan kajian lebih lanjut. Ditengarai, tempat terjadinya suatu tindak perkara tidak di Indonesia, melainkan di luar negeri.

"Kami butuh kajian lebih lanjut. Apakah secara hukum di negara bersangkutan bisa menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia. Misalnya seperti itu," terang dia.

Terkait dengan sejumlah orang yang pernah diperiksa KPK untuk dimintai keterangannya, Bambang menegaskan bahwa pihaknya tidak serta merta langsung meningkatkan salah satu dari yang pernah diperiksa itu menjadi tersangka.

"Kami tidak bisa sebutkan orang yang pernah dimintai keterangan itu bisa jadi tersangka," demikian bekas Ketua YLBHI ini.

Dalam penyelidikan ini, tim dari KPK sudah memintai keterangan sejumlah pihak, termasuk dari Kementerian Agama (Kemenag). Paling mencolok, orang yang dimintai keterangan adalah Suryadharma Ali selaku Menteri Agama. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya