Berita

net

Hukum

CENTURYGATE

Ini Alasan Boediono Tidak Transparan Soal Century pada 20 November 2008

JUMAT, 09 MEI 2014 | 16:21 WIB | LAPORAN:

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono, mengaku tidak menerangkan sedikitpun soal Bank Century dalam rapat kabinet yang dipimpin Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, pada 20 November 2008.

Boediono mengatakan itu menjawab pertanyaan dari jaksa penuntut umum, Guntur Ferry, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat sore (9/5).

"Kami sebutkan pada waktu itu, masalah situasi yang mengenai suku bunga dan sebagainya. Jadi, intinya yang kami sampaikan bukan baik-baiknya saja semuan. Dan itu ada dalam notulen rapat itu, pada tanggal 20 sore," terang Boediono dalam sidang terdakwa Budi Mulya, beberapa saat lalu.


Dia mengaku tidak ada penjelasan soal kegagalan Bank Century saat itu. Dia beralasan, penjelasan soal itu akan menimbulkan penarikan uang besar-besaran.

"Tidak, karena rapat besar itu. Bila kita sampaikan ada masalah Bank Century, sama saja kita bunuh diri, karena semua akan tersebar bahwa ada satu bank yang kesulitan likuiditas, dan saya yakin dalam satu jam akan ada rush," jelasnya.

Rapat yang dimaksudnya adalah rapat di Istana Wakil Presiden di mana hadir para menteri termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Saya tidak ingat apa yang disampaikan oleh menteri-menteri lain, tetapi yang saya sampaikan dalam rapat itu adalah situasi moneter kita, keuangan kita. Saya tidak gunakan kata gawat, tetapi dalam keadaan tertekan," terangnya.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor kemarin, Kalla mengaku baru tahu soal masalah Bank Century dan adanya kucuran uang lebih dari Rp 2 triliun ke bank itu, pada 25 November 2008.
Kata dia, kedua pejabat itu tidak mengatakan apapun soal Century dalam Rapat Kabinet tanggal 20 November 2008.

Kalla mengetahui belakangan pula bahwa Sri Mulyani dan Boediono serta sejumlah pejabat BI menggelar rapat tak lama setelah rapat bersamanya itu hingga keesokan hari. Keputusan rapat itu adalah Bank Century divonis sebagai bank gagal berdampak sistemik sehingga perlu dibantu dengan dana talangan. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Ketika Republik Menjadi Rimba

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:15

Penerapan Controlled Landfill di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:04

Spanduk dan Baliho PSI Lebih Banyak dari Jumlah Kadernya

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:39

Warga Pulau Panggang Kekurangan Pasokan BBM

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:17

MPLS Ramah Lebih Aman dan Memuliakan Siswa

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:06

Jalan Buntu Reformasi

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:03

Homer Setelah Tiga Ribu Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:43

Ancaman PHK di Depan Mata, Segera Percepat Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:12

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:41

Pengusaha Didorong Berkontribusi Tingkatkan SDGs Kalbar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:15

Selengkapnya