Berita

johan budi sp/net

Hukum

Bos Perusahaan Penyuap Bupati Bogor Dilarang ke Luar Negeri

JUMAT, 09 MEI 2014 | 15:14 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Kwee Cahyadi Kumala dan Komisaris PT BJA Haryadi Kumala.

Jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo menyatakan pencegahan dilakukan bertalian dengan penyidikan kasus dugaan suap terhadap Bupati Bogor Rachmat Yasin.

"Perlu diinformasikan, terkait dengan penyidikan dugaan TPK terkait perijinan pemanfaatan lahan tanah tahun 2014, KPK telah mengirimkan permintaan pencegahan bepergian ke luar negeri kepada Dirjen Imigrasi atas nama Haryadi Kumala dan Cahyadi Kumala Kwee dari swasta," kata Johan melalui pesan singkatnya, Jumat (9/5).


Pencegahan, Johan bilang, dilakukan terhitung kemarin (Kamis, 8/5) hingga enam bulan ke depan.

Informasi yang dihimpun, PT Bukit Jonggol Asri merupakan perusahaan pengembang. Sekitar 35 persen saham perusahaan itu dimiliki keluarga Bakrie lewat PT Bakrieland Development. Pada Juli 2011, PT Bukit Jonggol Asri diketahui mengumungkan dimulainya proyek Sentul Nirwana yang akan memaksimalkan lahan seluas 12.000 Hektare di Kabupaten Bogor.

Sentul Nirwana merupakan proyek pembangunan kota mandiri terbesar di Indonesia dengan pembangunan tahap I seluas 600 hektar, kawasan Sentul Nirwana ditargetkan akan menjadi kawasan mega residensial terpadu paling fenomenal yang menggabungkan gaya hidup sehat dan teratur di lokasi indah dan sejuk dengan berbagai fasilitas wisata spektakuler berkelas dunia.

Di tempat ini nantinya akan dibangun theme park, hotel dan resort, lapangan golf, pusat perdagangan dan perkantoran, sekolah-sekolah dan universitas bertaraf internasional, serta cluster - cluster perumahan dengan fasilitas dan infrastruktur terbaik.

Untuk memuluskan proyek tersebut, PT BJA mengajukan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan untuk mengkonversi lahan hutan lindung seluas 2.754 hektar yang berada di antara kawasan Bogor dan Cianjur.[wid]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Ketika Republik Menjadi Rimba

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:15

Penerapan Controlled Landfill di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:04

Spanduk dan Baliho PSI Lebih Banyak dari Jumlah Kadernya

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:39

Warga Pulau Panggang Kekurangan Pasokan BBM

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:17

MPLS Ramah Lebih Aman dan Memuliakan Siswa

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:06

Jalan Buntu Reformasi

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:03

Homer Setelah Tiga Ribu Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:43

Ancaman PHK di Depan Mata, Segera Percepat Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:12

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:41

Pengusaha Didorong Berkontribusi Tingkatkan SDGs Kalbar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:15

Selengkapnya