Berita

Politik

Jokowi, KH Munif dan Ekonomi Liberal

SELASA, 06 MEI 2014 | 16:01 WIB | OLEH: ABDULRACHIM K

DALAM berbagai kunjungan ke pesantren, calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi diantaranya mengunjungi Ponpes Giri Kusumo, Mranggen, Kabupaten Demak yang diasuh oleh KH Munif Zuhri. Yang menarik, salah satu pesan KH Munif kepada Jokowi adalah agar menjaga ekonomi Indonesia tidak berciri liberal. Ekonomi pasar jangan sampai mendominasi supaya tercipta kemakmuran rakyat.

Selain itu, KH Munif yang juga Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah juga berpesan agar Jokowi meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa jika terpilih, yang diamini para santri dan tokoh politik yang hadir dalam kunjungan Jokowi tersebut.

Pesan KH Munif tersebut mengungkapkan bahwa kalangan pesantren pun menyadari kebijakan ekonomi yang liberal walaupun selalu tumbuh, banyak mobil, motor, gedung-gedung pusat perbelanjaan, handphone baru, namun perekonomian rakyat tidak tumbuh. Rakyat yang berada di lingkungan pesantren tetap miskin, tetap harus berjuang mengatasi kesulitan hidup dari hari kehari.


Pemerintah selalu mempromosikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita hebat, termasuk tertinggi di Asia, nomor dua setelah Cina dan sebagainya. Tetapi nyatanya, promosi tersebut tidak mengubah hidup rakyat menjadi lebih baik. Sulit hal itu terjadi bila pemerintahnya menganut kebijakan ekonomi liberal. Hal inilah yang secara cerdas diamati dan dipahami oleh KH Munif Zuhri.

Ekonomi liberal memang menjadi garis kebijakan pemerintahan SBY-JK dan SBY-BOED selama 10 tahun ini. Akibatnya kesenjangan kaya-miskin melebar, yang kaya makin kaya, yang miskin tetap miskin dan itu ditunjukkan oleh suatu indikator ekonomi yang disebut gini ratio. Pada awal pemerintahan SBY-JK gini rationya 0.32 sementara pada akhir masa jabatannya menjadi 0,37. Tahun lalu, 2013 , di masa pemerintahan SBY-BOED gini ratio naik lagi menjadi 0,41.

Kondisi seperti ini hanya bisa dilawan oleh pelaksanaan Trisakti ajaran Bung Karno dan ekonomi konstitusi yang memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa, dimana hal ini juga sejalan dengan yang diamanatkan oleh Buya Syafiie Maarief waktu Jokowi berkunjung ke kediamannya.

Untuk bisa melaksanakan kedua hal tersebut hanya mungkin bila Cawapres Jokowi, menteri-menterinya nanti bila menang, juga mempunyai paham yang sama yang bisa dinilai dari rekam jejaknya, bukan visi-misinya yang hanya merupakan janji-janji yang indah dan mudah untuk membuatnya, dan mudah untuk diingkarinya.

Bila Jokowi memilih Cawapres nya orang yang beraliran liberal apalagi bermasalah KKN , maka Jokowi bukan hanya mengecewakan KH Munif Zuhri dan Buya Syafiie Maarief, namun juga masyarakat pada umumnya, relawan-relawan yang banyak mengeluarkan tenaga waktu dan biaya atas usaha sendiri. Mereka terkecoh dengan kesan selama ini, dimana garis keberpihakan Jokowi kepada rakyat sangat kuat sebagai Gubernur DKI dengan mengeluarkan Kartu Jakarta Sehat ( KJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP), menggeser penduduk ke rumah susun, bukan menggusur, membuat kampung deret dan sebagainya. Karena merasa terkecoh maka kemungkinan besar justru mereka akan berbalik melawan Jokowi.[***]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya