Berita

ilustrasi, Pabrik Besi

Bisnis

Trinusa Gaet China Bangun Pabrik Besi

Hemat Energi & Ramah Lingkungan
SELASA, 06 MEI 2014 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Trinusa Group menggandeng perusahaan China, PT Shanxi Haixin Iron and Stell Group untuk membangun pabrik besi di Indonesia dengan nilai investasi 50 juta dolar AS.

“Pabrik ini akan menggunakan teknologi baru yang ada di dunia. Tidak memerlukan power plant baru dan hemat energi serta ramah lingkungan,“ ujar Komisari Trinusa Group Achmad Fadillah di Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, kemarin.

Menurut Achmad, sektor pertambangan salah satu industri strategis yang mempunyai peran penting bagi Indonesia. Apalagi harga komoditas di sektor itu sangat menarik minat investor untuk berinvestasi. Hal itu tentu akan meningkatkan nilai tambah industri tambang.


Dia menganggap nilai pengembalian dari investasi tambang yang sangat menggiurkan telah membuat para pelaku di sektor tambang tahun ini semakin membaik dengan terus meningkatkan permintaan pasar global.

Terkait kerja sama dengan PT Shanxi Haixin Iron and Steel Group, Achmad mengaku dalam waktu dekat akan segera dibangun dua pabrik sekaligus. Satu dibangun di Pulau Batam dan satu lagi di Tojo Una Una Sulawesi Tengah dengan nama Resteel Industry Indonesia.

Achmad mengatakan, kedua pabrik itu ditargetkan menghasilkan produk super low carbon nickel titanium dan special steel dengan kapasitas 100 ribu meter to per tahun untuk satu line mesin.

Pabrik ini diharapkan juga bisa membawa keuntungan bagi kedua belah pihak, termasuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Apalagi kedua pabrik ini diperkirakan menyerap tenaga kerja lokal 2.000 orang.

Karena itu, dia berharap industri pertambangan dalam negeri dapat berkembang pesat. Hal itu tentunya harus dibarengi dengan perbaikan regulasi supaya tidak tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Achmad, dengan regulasi yang acap kali tumpang tindih dan berubah-ubah membuat perusahaan tambang menjadi tumbang.

Komisaris PT Haixin Iron tentunya and Steel Group Li Wen Jie menambahkan, saat ini produk dari super low carbon tersebut banyak digunakan untuk industri pabrik militer. Untuk sementara hasil ini akan diekspor ke China. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya