Berita

Yuddy Chrisnandi

Yuddy Chrisnandi dan Kristiawanto Diminta Belajar Etika Politik

SENIN, 05 MEI 2014 | 15:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Semua calon anggota legislatif dari Partai Hanura telah bekerja maksimal pada Pemilihan Umum Legislatif 2014. Meski begitu, hasil yang diperoleh Hanura, sekitar 5 persen, tidak semestinya membuat internal partai terbelah.

"Tapi inilah politik dan akan selalu ada hal-hal yang di luar perkiraan. Semestinya yang dilakukan sekarang adalah saling menyatu memikirkan untuk kebaikan dan kemenangan Hanura pada Pemilu yang akan datang," jelas kader Partai Hanura, Hendrik Kawilarang Luntungan, (Senin, 5/5).

Karena itu caleg Hanura dari daerah pemilihan Sulawesi Utara ini menyesalkan desakan agar Ketua Bappilu yang juga cawapres Hanura Hary Tanoe mundur karena bertanggungjawab atas rendahnya perolehan partai besutan Wiranto itu.


Misalnya disampaikan Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi dan Wakil Sekjen DPP Hanura Kristiawanto. (Baca: Mayoritas Kader Hanura Minta Hary Tanoe Mundur)

Menurutnya, tidak pada tempatnya kedua tokoh itu mendesak demikian. (Baca: Wasekjen Hanura Desak Hary Tanoe Mundur dan Kembali ke Habitat)

"(Yuddy dan Kristiwanto) tidak melambangkan seorang politisi muda yang  mengerti etika," tegasnya.

Alasannya, Hary Tanoe bergabung ke Hanura karena dilandasi niat tulus dalam membangun bangsa dengan segala idealismenya. "Jika hanya mementingkan usaha pribadi, dengan mudahnya pak HT bergabung dengan partai yang memiliki survei tertinggi dan bukan terendah," cetusnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, jika bukan karena HT mungkin Hanura jauh dari lolos parliamentary threshold. Makanya, sebaiknya Yuddy dan Kristanto belajar etika politik dulu.

"Memalukan jika tokoh politik kita tidak paham etika apalagi tidak tahu berterima kasih. Karena Bapilu yang dipimpin HT adalah perwakilan partai dan tentu seluruh keputusan baik strategi ataupun keputusan lainnya telah disetujui oleh ketua umum Wiranto," demikian tokoh muda yang juga pengusaha nasional ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya