Berita

ilustrasi

Bisnis

Industri Baja Lokal Terimbas Lesunya Ekonomi Dunia

Pengusaha Keluhkan Perang Harga Di Pasaran
SENIN, 05 MEI 2014 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

RMOL. Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) memastikan iklim industri baja dunia masih belum membaik. Hal ini salah satunya dipicu belum membaiknya ekonomi dunia.

“Beberapa industri besi dan baja dunia memang sudah ada perbaikan, namun sebagian masih mengalami kerugian akibat kondisi ekonomi global yang belum membaik,” ujar Direktur Eksekutif IISIA Hidayat Trisepoetro.

Data Bloomberg, companies financial report menyebutkan kinerja 20 industri besi dan baja terbesar dunia (top 20) menunjukkan pada tahun 2013 sebanyak enam industri masih mengalami kerugian. Sedangkan tahun 2012 sebanyak delapan industri mengalami kerugian.


Industri baja terbesar dunia yang mengalami kerugian adalah Arcelor Mittal Luxembourg rugi 2,5 miliar dolar AS, Beijing Shougang Tiongkok rugi 20 juta dolar AS, Tata Steel India rugi 1,1 miliar dolar AS, US Steel AS rugi 1,6 miliar dolar AS, Evraz Group Rusia rugi 522 juta dolar AS, Thyssenkrupp Jerman rugi 262 juta dolar AS.

Sedangkan untuk regional Asia Tenggara (Thailand dan Malaysia) termasuk Australia pada tahun 2013 hampir seluruh industri baja yakni 10 industri mengalami rapor merah. Begitu juga Korea mengalami nasib yang sama untuk dua industrinya yakni Dongkuk Steel dan Dongbu Steel. Sedangkan di Eropa dan Amerika hampir seluruh industri mengalami kerugian tahun 2013.

Menurut Hidayat, kondisi itu membuat industri baja di dalam negeri hanya mampu bertahan agar tidak mengalami kerugian lebih besar lagi.

Bahkan, IISIA sampai saat ini belum berani memprediksi kapan industri baja akan kembali pulih karena semua sangat bergantung kepada kondisi ekonomi dunia.

Hidayat mengatakan, industri baja erat kaitannya dengan nilai tukar dolar AS dan harga baja dunia. Kondisi saat ini harga bahan baku tinggi, sedangkan harga jual tertekan. Situasi ekonomi dunia yang belum pulih ini menjadi penyebab kerugian industri baja dunia. Saat ini belum ada yang dapat memprediksi kapan akan membaik.

”Dengan kondisi ekonomi dunia yang kurang mengutungkan seharusnya pemerintah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk meringankan tekanan,” tuturnya.

Dalam jangka pendek, lanjut Hidayat, seharusnya dapat dilakukan penataan pasar agar industri di dalam negeri dapat bertahan. Salah satunya, bersama-sama pemerintah mengatasi persoalan perdagangan curang (unfair) yang dilakukan sejumlah produsen baja untuk menghindari kerugian.

Dikatakan, saat ini banyak produsen baja besar dunia yang membanjiri produknya ke negara dunia ketiga dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga di dalam negeri. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya