Berita

ASEAN Economic Community (AEC)

Bisnis

Hadapi AEC, Koperasi Di ASEAN Galang Kekuatan

RABU, 30 APRIL 2014 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menjadi tuan rumah gelaran ASEAN Cooperative Organization (ACO) Forum 2014 pada 28 April di Nusa Dua, Bali.

Kegiatan yang diikuti lembaga gerakan koperasi dari negara-negara Asia Tenggara ini, untuk menggalang kekuatan koperasi-koperasi di ASEAN dalam menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.

Presiden ACO Nurdin Halid mengatakan, pemberlakukan AEC menghadirkan tantangan  sekaligus peluang bagi koperasi di seluruh  kawasan ASEAN. AEC adalah era ekonomi ASEAN dengan empat karakteristik. Pertama, pasar tunggal berbasis produksi. Kedua, daya saing ekonomi regional. Ketiga, kesetaraan dan keadilan ekonomi. Keempat, integrasi ke dalam tata perekonomian global.


“Dengan semangat solidaritas dan adanya keinginan untuk membangun jaringan koperasi di ASEAN, maka ACO berupaya memerankan dan memposisikan diri secara efektif sehingga dapat menggalang kekuatan koperasi di kawasan ASEAN,” ujar dia.

Menurut Nurdin, ACO Forum 2014 digelar untuk menyusun rumusan strategis dalam mengambil langkah aksi, meningkatkan peran dan partisipasi koperasi dalam transformai masyarakat ekonomi ASEAN dalam era ekonomi yang lebih terbuka.

“Setiap koperasi di ASEAN didorong untuk mengedepankan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, sehingga dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bersama,” jelas Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) ini.

Jumlah penduduk ASEAN saat ini sudah menembus angka 600 juta jiwa. Untuk itu, Gerakan Koperasi di kawasan ini terpanggil untuk ikut terlibat aktif mengatasi tiga krisis yang mengancam dunia saat ini. Yaitu krisis energi, krisis pangan dan perubahan iklim ekstrim. Termasuk ancaman global yang mengancam setengah miliar lebih penduduk ASEAN.

Selain itu, tahun ini Dekopin akan membentuk Holding Company berupa Rumah Koperasi (Coop House) sebagai lokomotif dalam mengakselerasi gerakan koperasi Indonesia.

Rumah Koperasi ini akan menjadi business center, pusat kajian dan pengembangan media dan informasi teknologi dengan mengoptimalkan kekuatan jaringan koperasi Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar 31 juta orang. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya