Berita

net

Hukum

Dipertanyakan, KPK Belum Tangkap Otak Penyuapan Bansos Kota Bandung

SELASA, 15 APRIL 2014 | 12:57 WIB | LAPORAN:

Sekelompok demonstran menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret pengusaha properti Pengembang Batununggal, Iwan Suryadi, dalam perkara dugaan suap penanganan kasus dana bantuan sosial (Bansos) Kota Bandung, Jawa Barat.

Koordinator aksi Lintas Mahasiswa Anti Korupsi (Limak), Ipul Lontor, menegaskan bahwa Iwan adalah otak di balik terjadinya penyuapan terhadap sejumlah pihak yang sudah dijerat KPK dalam kasus ini.

"Penyidik KPK belum memeriksa dan melakukan pemanggilan terhadap otak di balik aksi penyuapan ini yaitu Iwan Suryadi," seru Ipul di depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Selasa, 15/4).


Karena itu, Ipul meminta KPK untuk segera memanggil dan menginterogasi Iwan. Hal itu penting dilakukan guna menuntaskan kasus yang juga menyeret bekas Walikota Bandung, Dada Rosada, tersebut.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan enam tersangka. Mereka adalah Setyabudi Tejocahyono (Wakil Ketua Majelis Hakim PN Bandung), Herry Nurhayat (Plt Tugas Kepala Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah Pemkot Bandung), Asep (Kurir), Toto Hutagalung (Swasta), Dada Rosada (Walikota Bandung), Edi Siswadi (Sekda Kota Bandung), Pasti Serefina Sinaga (Hakim PT Jawa Barat) dan Ramlan Comel (Hakim ad hoc di PN Bandung). [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya