Berita

Prof Dr Franz Magnis Suseno

Wawancara

WAWANCARA

Prof Dr Franz Magnis Suseno: Modal Capres Tidak Cukup Hanya Andalkan Popularitas

SELASA, 18 MARET 2014 | 10:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Para capres yang berlaga dalam Pilpres 2014 diharapkan membuat visi pembangunan Indonesia ke depan untuk menjawab tantangan yang dihadapi bangsa dan negara ini.

“Modal capres tidak cukup hanya andalkan popularitas. Tapi perlu menjelaskan program dan visi pembangunan Indonesia ke depan untuk kemakmuran rakyat,’’ kata Pakar Etika Politik dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Prof Dr Franz Magnis Suseno kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Minggu (16/3).

Para capres, lanjut budayawan itu, hendaknya memaparkan bagaimana konsep mereka menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini.


“Masyarakat harus ajukan tuntutan kepada para capres untuk menjelaskan program atau visi pembangunan Indonesia ke depan yang lebih baik,’’ ujar pria asal Jerman yang sudah menjadi warga negara Indonesia sejak 37 tahun lalu itu.
 
Berikut kutipan selengkapnya;

Apa sejumlah tokoh yang muncul sekarang ini sudah pantas menjadi capres?
Saya tidak masuk mengomentari soal siapa dan dari partai mana yang pantas menjadi capres. Sebab, semuanya itu menjadi lebih jelas kalau setelah pileg.
Sebab, capres harus  diajukan oleh partai politik bila memenuhi syarat pencapresan, yakni memperoleh 20 persen suara nasional.

Tanggapan Anda mengenai pencapresan Jokowi?
Saya tidak akan menanggapi kualitas beliau. Tapi kalau ada orang yang sedemikian popular jika tidak dimajukan sebagai capres, tentu akan mengganggu perasaan masyarakat.
   
Apa Jokowi cukup hanya mengandalkan kepopularan untuk memenangkan Pilpres 2014?

Tentu tidak cukup. Beliau harus memiliki kualitas. Saya bukan orang anti Jokowi. Tapi bila hanya andalkan  popularitas, itu belum cukup modal jadi capres.

Sebab, masyarakat akan meminta kepada Jokowi mengenai program Indonesia ke depan yang lebih baik. Jokowi harus bisa menjawab tantangan dan problem bangsa yang muncul. Sebab, semua masalah belum tentu bisa dipecahkan dengan blusukan saja.

Langkah PDIP mencapreskan Jokowi sudah tepat?
Saya rasa pencapresan Jokowi oleh PDI Perjuangan sudah tepat. Tapi tentu Jokowi harus menjelaskan akan dibawa kemana Indonesia ini ke depan.

Apa Jokowi mampu menjaga toleransi umat beragama bila terpilih menjadi presiden?
Saya kira Jokowi bukan orang yang mengkhawatirkan. Kami yakin Jokowi bisa menjaga toleransi umat beragama. Begitu juga Prabowo, Ical, Wiranto dan capres lainnya. Mereka  perlu membuktikan bahwa mampu menjaga toleransi umat beragama.

Pokoknya, semua capres harus punya integritas tinggi, punya sikap demokratis dan memiliki kemampuan untuk belajar mendengarkan suara hati rakyat.

Prabowo Subianto dianggap sosok yang tegas, apa pendapat Anda?
Tentu seorang presiden harus  bersikap tegas. Semua yang maju harus membuktikan bahwa dirinya bisa mengangkat harkat dan martabat bangsanya di mata dunia dengan ketegasannya dalam pemimpin negara.

Apa Anda meminta kepada kandidat capres untuk menyampaikan visi mereka?
Ya. Itu kan bukan hanya harapan saya, tapi harapan semua warga negara. Kita kan harus tahu komitmen mereka yang mau memimpin dan bagaimana mereka bisa pecahkan masalah-masalah rakyat.

Para capres itu harus menunjukkan dirinya bahwa dia pantas dipilih karena mampu memecahkan masalah-masalah bangsa. Pada akhirnya para pemilih yang menentukan, apakah yang paling popular itu yang baik atau tidak. Yang jelas, popularitas itu oke. Tapi itu saja tidak cukup.  

Mengenai pileg, bagaimana?
Seluruh rakyat Indonesia berharap Pileg 2014 bisa berjalan dengan baik, lancar, damai  dan demokratis. Kalau itu kita lakukan, tentu dunia akan menghormati kita.

Anda yakin Pemilu 2014 akan berjalan dengan baik?
Saya tidak bisa menjawabnya. Tapi  saya berharap pemilu bisa berjalan dengan baik. Caleg-caleg yang terpilih nanti diharapkan yang berkualitas dan berintegritas baik.

Bagaimana dengan jumlah parpol peserta Pemilu 2014?
Saya kira dengan jumlah parpol seperti saat ini tidak menjadi masalah. Semua tergantung penilaian dan pemahaman masyarakat terhadap caleg dan capres.

Jangan sampai ada transaksi uang untuk membeli suara rakyat.

Tiga kali pemilu pasca jatuhnya Orde Baru, bagaimana penilaian Anda?
Kita boleh optimistis meski tiga kali pemilu yang kita lakukan itu tidak sempurna. Tapi jika diukur dengan standar internasional, faktanya dunia mengakui bahwa pemilu di Indonesia cukup baik dibanding negara lainnya.

Makanya saya punya harapan Pemilu 2014 akan ada perubahan dan perbaikan. Apalagi sepanjang pengamatan saya persiapannya juga sudah tergolong bagus. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya