Berita

Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajoesman

Wawancara

Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajoesman: Jenderal Purnawirawan Merapat Ke PDIP Nggak Berhubungan Dengan Jokowi

SENIN, 17 MARET 2014 | 08:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebelum Jokowi ditetapkan menjadi capres dari PDI Perjuangan dalam Pilpres 2014, banyak jenderal purnawirawan telah merapat ke partai yang dikomandoi Megawai Soekarnoputri tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengungkapkan, sejumlah jenderal purnawirawan telah merapat ke partainya. Mayoritas jenderal ini kebanyakan dari Polri, salah satunya bekas Kapolri Da’i Bachtiar.

Beberapa jenderal itu ada yang langsung ingin memiliki kartu anggota PDIP. Ada juga yang bersedia terlibat dan terjun menjadi juru kampanye PDIP di sejumlah daerah.


Namun kabar ini dianggap biasa oleh sesepuh Polri Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajoesman. “Wajar-wajar dan sah saja karena mereka statusnya sudah sipil. Asal nanti jangan jadi kutu loncat dan bikin malu institusi Polri,” ujar bekas Kapolda Metro Jaya itu kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Noegroho Djajoesman  berharap pimpinan Polri yang aktif tidak ikut-ikutan berpolitik. Sebab, untuk menjadikan Polri lebih profesional saja sudah cukup sulit.

Berikut kutipan selengkapnya;

Anda sudah mengetahui kabar ini?
Banyaknya purnawirawan Polri yang telah menentukan pilihan politiknya, itu kan sudah lama sejak era reformasi. Hal ini wajar-wajar saja dan sah karena mereka statusnya telah berubah menjadi sipil atau warga negara biasa.

 Memangnya apa sih yang bisa ditawarkan para pensiunan itu?
Tentunya niat dan keinginan mereka tidak lain untuk tetap dapat menyumbangkan pikiran dalam membangun bangsa dan negara ini melalui jalur politik. Tapi kan tidak semua purnawirawan masuk partai politik. Ada juga yang sibuk dengan pekerjaan dan usahanya masing-masing setelah pensiun.

Apa para purnawirawan ini sengaja diincar partai politik untuk fundraiser mengingat mereka berbisnis di tambang dan sebagainya?
 
Nggak seperti itu lah. Saya rasa ini semata-mata hanya panggilan hatinya mereka.
 
Berapa jumlah jenderal purnawirawan sekarang ini?
 Bicara jumlah, saya tidak terlalu tahu pasti. Tapi yang jelas cukup banyak mereka yang masuk ke parpol ataupun yang hanya menjadi simpatisan. Hampir semua parpol ada purnawirawan Polri.

Bagaimana kekuatan riil?
Yang jelas mereka waktu masih aktif itu pernah menjabat di posisi strategis. Pengalaman tersebut yang menjadi kekuatan mereka untuk berinteraksi dengan masyarakat.
            
Sebelumnya Anda disebut rajin dilirik berbagai parpol, bagaimana dengan pemilu saat ini?
Saya pribadi ingin independen saja, tidak ikut kemana-mana. Partai saya kan partai rakyat, he...he...he...

Sepengetahuan Anda, bagaimana kiprah dan kinerja Da’i Bachtiar?
Menurut saya, dia baik-baik saja. Saya tahu, sejak menjadi Kapolri periode 2001-2005, yang bersangkutan punya hubungan serta kedekatan dengan parpol tertentu.    
 
Ada masalah dari kedekatan itu?
Sepanjang hubungan dan kedekatan tadi tidak mengganggu dan mempengaruhi kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan strategis, tentunya hal ini dapat dimaklumi.
         
Selain Da’i, adakah rekomendasi nama jenderal lain yang piawai jadi juru kampanye?
Yang namanya jenderal tentunya sudah mengerti bahkan piawai berpolitik.

Tapi yang penting, selama masih berdinas aktif, mereka tidak perlu berpolitik praktis. Untuk menjadikan polisi itu profesional saja masih sangat sulit apalagi kalau pimpinannya terlibat dalam kehidupan dan pengaruh politik kepentingan.
 
Sepertinya Anda telah mencium dugaan pimpinan Polri bakal terlibat ‘aktif’ di Pemilu 2014 ini...?
 Saya tidak mempunyai kecurigaan mengenai hal ini. Tetapi sebagai seorang senior Polri, saya hanya ingin mengingatkan saja kepada seluruh pimpinan Polri, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk tetap menjaga netralitas dan meningkatkan profesionalisme di kesatuan masing-masing.

Sekali kita berpihak maka rakyat tidak akan percaya lagi kepada Polri. Sampai kapanpun juga institusi Polri harus tetap kita jaga.
 
Analisa Anda, mengapa para jenderal merapat ke PDIP?  
Ya itu kan pilihan mereka. Susah diduga apa yang menjadi bargaining dan komitmen mereka. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya