Berita

Jenderal Budiman

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Budiman: Kami Kirim Perwira Terbaik Gabung Group D Paspampres

SENIN, 17 MARET 2014 | 08:57 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

TNI Angkatan Darat sudah mengirimkan perwira terbaiknya untuk bergabung dalam Group D Paspampres.

“Kami sudah kirimkan perwira terbaik TNI Angkatan Darat untuk bergabung dalam Group D Paspampres itu,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal Budiman, kepada Rakyat Merdeka usai menghadiri acara silaturahmi TNI dengan Komponen Masyarakat di Mabes TNI Angkatan Darat, Jalan Veteran, Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Mabes TNI membentuk Paspampres Grup D yang bertugas memberikan perlindungan melekat bagi bekas presiden dan bekas bekas wakil presiden beserta istri atau suami. Satu tim Paspampres berjumlah 30 personel siap menjaga mereka selama 24 jam.


Budiman selanjutnya mengatakan, tidak mengahafal berapa personel perwira TNI AD yang dikirim bergabung di Group D Paspampres itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kira-kira berapa personel yang dikirim?
Saya tidak terlalu hafal jumlahnya. Sebab,  itu kan gabungan dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Mereka itu nanti akan mengawal bekas presiden dan bekas wakil presiden.

Kalau mau lebih lengkapnya silakan tanyakan ke panglima TNI terkait goup D Paspampres itu.

O ya, apa benar prajurit TNI disebar amankan pemilu, tapi tidak boleh dekat dengan TPS?
Betul. Memang salah satu aturan untuk menjaga netralitas itu di dalam  pengamanan tidak boleh dekat TPS.

Bagaimana bisa bantu pengamanan kalau terjadi sesuatu?
Personel kami memang berjarak dengan TPS. Tapi jaraknya masih dalam batasan kontrol situasi. Sebab, ada kepolisian yang mengamankan. Kami memback-up saja.

Berapa jaraknya?
Minimal 25 meter.  Nanti personel TNI akan memantau dari kejauhan. Saya rasa pemilu di hari H nanti akan aman kok. Ini kan pesta demokrasi kita bersama.

Tentu kita bersama rakyat menciptakan suasana yang aman, nyaman dan damai.

Apa hanya itu saja realisasi netralitas TNI?
Bukan itu saja, banyak yang lainnya. Netralitas itu banyak macamnya. Pokoknya TNI siap menyukseskan pemilu yang aman, nyaman, damai dan berkualitas, seperti harapan kita semua.

Apa akan sebar intel untuk deteksi dini?
Itu nggak usah diomongin, itu sudah pasti. Sebab, kami bersama Polri berkepentingan menjaga kondisi aman di seluruh Indonesia sebelum dan di hari H, bahkan pasca Pemilu 2014.

Mulai 16 Maret 2014 sudah mulai kampanye terbuka pemilihan legislatif. Kami menyadari tugas pengaman pemilu ada di kepolisaian. Kami TNI AD siap membantu kepolisian.

Apa yang dilakukan TNI?
Tugas pokok kami menjamin keutuhan dan kedaulatan NKRI. Kami menyediakan satuan di bawah kendali operasi di bawah kepolisian. Kami juga punya regulasi pengaman teretori yang menjamin keamanan tetap terkendali.

Pada hakikatnya pemilu adalah pesta rakyat, untuk memilih wakil dan pemimpinnya. Kami akan teguh netral dalam pemilu. Menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa tugas utama kami agar pemilu berjalan sesuai harapkan, yakni aman, jujur dan berkualitas.

Bagaimana kalau ada personel TNI yang tidak netral?
Kalau ada anggota tidak netral. Kami siapkan posko pengaduan dan hot line telepon yang bisa dihubungi setiap saat. Di antaranya nomor saya sendiri 0811159826. Biasanya saya akan baca SMS pada malam hari atau sehabis sholat subuh, he-he-he. Tapi maaf kalau dibalasnya singkat karena masalah waktu.

Belum lama ini ada konflik di Aceh, ini bagaimana?
Masalah konflik di Aceh kami sudah mengetahuinya. Itu masih masuk ranah kepolisian. Kami hanya bisa back up semaksimal mungkin.

Konfik yang TNI amati seperti apa sih?
Ada kelompok yang berkepentingan saling bergesakan, yakni ada partai lokal yang sama kuat di Aceh. Dalam kompetisi terjadi gesekan, saya rasa itu masih bisa diatasi. Pokoknya, tindakan TNI tentu akan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya