Berita

Tontowi Ahmad

Wawancara

WAWANCARA

Tontowi Ahmad: Senin, Kami Latihan Lebih Keras Lagi Hadapi Asian Games & Kejuaraan Dunia

SENIN, 17 MARET 2014 | 09:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah menjadi juara ganda campuran All England, Tontowi Ahmad menargetkan menjadi juara Asian Games, dan Kejuaraan Dunia Badminton World Federation (BWF).

“Tahun ini kan ada Asian Games dan Kejuaraan Dunia BWF. Saya berharap dapat mempersembahkan medali emas dalam kejuaraan tersebut,” ujar juara ganda campuran All England 2014, Tantowi Ahmad kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Tontowi menegaskan, dirinya belum merasa puas dengan meraih hattrick dalam kejuaraan All England. “Bangga sekali kami bisa mencetak hattrick. Bersyukur kami berhasil bawa pulang gelar lagi. Namun kami enggan berpuas diri dan harus terus lapar akan gelar juara. Terutama pada Kejuaraan Dunia dan Asian Games,” tegas Owi sapaan akrab Tontowi Ahmad.


Sebelumnya pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Nasir mencetak sejarah baru dengan mencatatkan hatrick gelar di ajang All England Super Series Premier usai mengkandaskan rival terberat mereka, unggulan pertama asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei di partai final yang berlangsung di National Indoor Area, Birmingham, Senin (10/3) dini hari.

Tantowi Ahmad selanjutnya mengatakan, untuk meraih gelar Asian Games dan Kejuaraan Dunia mendatang, tentu perlu latihan lebih keras lagi dari sebelumnya. Tidak boleh terlena dengan gelar ini.

Berikut kutipan selengkapnya:

Anda sudah mulai latihan?
Belum, sekarang kami masih istirahat. Senin (17/3) kami mulai latihan dengan lebih keras lagi untuk menghadapi Asian Games dan Kejuaraan Dunia BWF.

Ada latihan khusus?
Tidak juga. Hanya latihan standard saja. Tapi kami harus berlatih lebih keras lagi dari sebelumnya.

Memang kedua kejuaraan tersebut lebih berat dari All England?
Semua kejuaraan selalu kami anggap sangat berat. Bukannya kami takut, tapi kami tidak mau takabur menghadapi kejuaraan apapun. Kami selalu berusaha maksimal untuk melakukan yang terbaik.

Kalau begitu, kenapa Anda katakan harus berlatih lebih keras lagi?
Sebab lawan pasti sudah mempelajari permainan kami semua. Entah itu melalui video pertandingan, ataupun melalui pengamatan langsung. Mereka bisa memikirkan cara-cara tertentu untuk mengalahkan kami. Makanya kami harus tampil lebih baik lagi dari  sebelumnya kalau mau juara.

Untuk saat ini, target tertinggi yang ingin Anda capai apa?
Kami ingin sekali duduk di ranking satu dunia. Selama ini posisi ranking satu dikuasai Tiongkok karena penampilan mereka konsisten.

Anda sudah meraih prestasi, bagaimana dari sisi kesejahteraan?
Alhamdulillah semakin bagus. Kalau dulu kan kontrak dengan sponsor itu hanya dilakukan oleh PB. Kalau sekarang sponsor bisa melakukan kontrak pribadi langsung kepada pemain. Makannya kesejahteraannya makin bagus.

Sponsor bebas memilih sendiri pemain yang akan dikontraknya?

Ya.

Kalau begitu hanya pemain berprestasi yang sejahtera dong?
Tidak juga sih. Sebab, sekarang sebetulnya kondisi kesejahteraan dan sarana prasarana atlet sudah semakin baik. Semakin diperhatikan. Hanya memang yang berprestasi mendapat yang lebih.

Apa tidak menyebabkan iri atlet lain?
Gimana ya, menurut saya cara ini sudah cukup adil. Yang banyak prestasi memang seharusnya mendapatkan penghargaan lebih. Kami kan juga bekerja sangat keras untuk mengharumkan nama bangsa. Kalau mau mendapatkan lebih, ya mereka harus meningkatkan prestasi.

Kata Menpora regenerasi bulutangkis putri di Indonesia masih kurang, apa betul?

Saya tidak tahu kalau di bagian putri. Sebab saya kan bukan bagian itu. Tapi kalau di ganda campuran regenerasinya berjalan dengan baik. Angkatan di bawah saya, ada 1-2 pasangan yang cukup bagus. Hanya tinggal ditingkatkan saja upayanya.

Apa saran Anda bagi dunia bulutangkis Indonesia?

Saya meminta kepada para junior, agar lebih rajin lagi berlatih. Tingkatkan terus upayanya supaya bisa meraih prestasi. Syukur-syukur lebih hebat dari kami.

Level kejuaraan memang sangat tinggi, sulit untuk mencapainya. Tapi bukannya tidak bisa. Kan sudah ada buktinya. Sudah ada tolak ukur untuk mendaki ke tingkat itu. Tidak perlu putus asa. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya