Berita

ilustrasi/net

Indeks Kepemimpinan Unggul Jadi Modal Jokowi Bila Jadi Presiden

KAMIS, 13 MARET 2014 | 18:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Indeks Kepemimpinan Nasional yang dibuat oleh Laboratorium Psikologi Politik UI dan Indo Barometer bisa menjadi tolak ukur untuk melihat kapabilitas dan kapasitas calon presiden. Survei itu sekaligus bisa dibaca bahwa nilai tertinggi yang ditempati Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dari 10 dimensi yang diukur tersebut akan menjadi modal jika kelak memang menjadi Presiden.

"Dari profil psikologis yang dihasilkan oleh Laboratorium Politik UI itu mengarahkan sejauh mana kualitas itu bisa mendukung kepemimpinan nasional ke depan. Dan dari sifat-sifat dan karakter Jokowi seperti dimuat hasil survei itu, itu jelas akan mendukung apabila dia menjadi presiden," kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Andrinof A Chaniago, beberapa waktu lalu (Kamis, 13/2).

Andrinof mengakui, seornag pemimpin pasti memiliki. Dan kekuaranga seorang presiden itu, bisa ditutupi oleh seorang wakil presiden dan menteri-menteri di kabinet.
Dalam Indeks Kepemimpinan, Jokowi unggul dalam 10 indikator. Kesepuluh indikator itu adalah visioner, leadership, intelektualitas, ketrampilan politik, komunikasi politik, stabilitas emosi, ketegasan, kemampuan manajerial, penampilan, dan integritas moral.

Dalam Indeks Kepemimpinan, Jokowi unggul dalam 10 indikator. Kesepuluh indikator itu adalah visioner, leadership, intelektualitas, ketrampilan politik, komunikasi politik, stabilitas emosi, ketegasan, kemampuan manajerial, penampilan, dan integritas moral.

Selain Jokowi, nama yang masuk dalam survei tersebut adalah Aburizal Bakrie, Din Syamsuddin, Hatta Rajasa, Khofifah Indar Parawansa, Megawati Soekarnoputri, Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto, Said Aqil Siradj, Soekarwo, Suryadharma Ali, dan Tri Rismaharini.

Dalam 10 dimensi itu, Jokowi unggul dibanding 11 tokoh lainnya. Skor total dari semua dimensi yang diujikan menempatkan Jokowi 7,55 persen dengan rentan nilai 1-10. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya