Berita

Rita Subowo

Wawancara

WAWANCARA

Rita Subowo: Gita Layak Dapat Penghargaan, KOI Award Bukan Tujuan Politis

SENIN, 10 MARET 2014 | 09:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mendapat penghargaan dari Komite Olahraga Indonesia (KOI).

Mendapat penghargaan menjelang pemilu  bisa menimbulkan spekulasi. Apalagi, Gita Wirjawan menjadi peserta konvensi capres Partai Demokrat.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum KOI Rita Subowo mengatakan, Gita layak mendapat penghargaan. Sebab, Gita dianggap sukses memajukaan olahraga bulu tangkis.


“Pak Gita Wirjawan layak dapat penghargaan. KOI Award ini bukan bertujuan politis,’’ kata Rita Subowo kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, Sabtu (8/3).

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa  kesuksesan Gita Wirjawan?
Pak Gita itu kan Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Cabang olahraga bulu tangkis di Tanah Air itu sudah naik kembali pamornya di mata dunia setelah dipimpin Pak Gita. Pokoknya, peringkat dunia di cabang ini sudah mulai naik. Makanya, beliau merupakan kategori pembina cabang olahraga terbaik.

Apa tujuan pemberian penghargaan itu?
Pemberian KOI Award sebagai bentuk apresiasi atas prestasi para pelatih, pembina, dan atlet. Mereka telah kerja keras, sehingga pantas mendapatkan penghargaan itu.

Terkadang atlet sudah pecahkan rekor, tapi karena tidak jadi juara umum, semua jadi terlupakan kan kasihan. Mereka patut diapresiasi.

Selain Gita Wirjawan, siapa lagi yang dapat penghargaan?
 Pelatih terbaik diraih  Indra Sjafrie (Pelatih Timnas U-19) dan atlet terbaik yakni Sidik(renang), Deni dan Eko Yuli (angkat besi), Lindswel (Wushu) dan Maria Londa (Atletik).

Selain itu sumatera Selatan (Sumsel) juga mendapat penghargaan KOI Award sebagai provinsi terbaik, khususnya Kota Palembang, yang sukses menggelar hajatan olahraga multi event SEA Games 2011 dan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013.
 
Ini merupakan bentuk apresiasi KOI terhadap perjuangan keras putra putri bangsa mengharumkan nama bangsa melalui olahraga di even internasional.

Kalau bukan kita yang menghargai, siapa lagi. Mereka sudah mengharumkan nama Indonesia di event olah raga internasional.

Apa pertimbangan KOI memberikan penghargaan kepada Provinsi Sumatera Selatan?
Waktu  Palembang sebagai penyelenggara SEA Games dan ISG cukup baik. Penyediaan venue mereka dianggap yang terbaik. Apalagi, dalam waktu yang singkat dan dana terbatas, mereka tetap dapat menyelenggarakan SEA Games dan ISG dengan sukses. Mereka pantas dapatkan KOI Award. Gubernur Sumsel Pak Alex Noerdin itu kan sudah menyukseskan SEA Games dan ISG.

Bagaimana dengan  atlet yang diberikan KOI Award?
Atlet sudah sekian lama tidak pecahkan rekor di SEA Games. Saat Indonesia  penyelenggara SEA Games, kita memang juara umum.

Tapi tidak pecahkan rekor. Di Myanmar memang kita urutan nomor 4, tapi 5 atlet kita pecahkan rekor.  Itu bagi saya cukup membanggakan, sehingga pantas dapat penghargaan.

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri dapat KOI Award, apa alasannya?
Kalau Pak Indra karena beliau mampu menunjukkan kalau persepakbolaan kita bisa bangkit. Mampu bersaing dengan negara lainnya. Bahkan Timnas U-19 saat ini sudah mampu menembus peringkat 16 besar dunia.

Penentuan penerima penghargaan itu bagaimana?
Ada  tim yang melihat prestasi  yang perlu diapresiasi. Tidak sembarangan memberikan penghargaan itu.

Penghargaan apa lagi yang diberikan KOI?
KOI juga salurkan dana pembinaan 50 ribu dolar Amerika Serikat (AS) yang diberikan untuk 10 cabang olahraga, diantaranya atletik dan angkat besi.

Dari mana dana sebanyak itu?
Dana itu bantuan dari Olympic Solidarity kok, masing-masing 5 ribu dolar AS. Itu bukan uang kita.

Kalau cabang lain, bagaimana?
Mereka sebagian sudah  mendapatkan dana pembinaan. Misalnya, angkat besi masing-masing atlet tiap bulan mendapatkan 1.000 dolar. Itu ada 8 atlet.

Saya ketua internasional relation di Asia, maka saya minta bantuan dari organisasi olahraga internasional. Selama ini kan sedikit mendapatkan bantuan pendanaan. Saya selalu dorong para negara ASEAN untuk minta pembinaan wasit, pelatih, potensi atlet, tim official dan lainnya. Sebab, uang yang tersedia triliunan rupiah. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

KKB dan Ancaman Nyata terhadap Kemanusiaan di Papua

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:59

Telkom Turunkan 20 Ribu Personel Amankan Layanan Telekomunikasi

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:40

Salat Id Sambil Menikmati Keindahan Gunung Sumbing dan Sindoro

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:19

PKS Minta DPR dan Pemerintah Rombak APBN 2026

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:55

Ketika Gerakan Rakyat Kehilangan Akar

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:35

BGN Perketat Pengawasan Sisa Pangan dan Limbah MBG

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:15

Tokoh Perempuan Dorong Polri Telusuri Dugaan Aliran Dana Asing

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:59

Arsitek Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Timor Leste

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:33

Pertemuan Prabowo-Megawati Panggilan Persatuan di Tengah Kemelut Global

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:13

Pengamanan Selat Bali

Jumat, 20 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya