Berita

syarif hasan/net

Syarif Hasan: Demokrat Sudah Beri Bukti di Saat yang Lain Baru Berjanji

SABTU, 08 MARET 2014 | 09:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila partai lain sibuk menebar janji menjelang Pemilu 2014, maka Demokrat justru sudah membuktikan bukti. Di bawah Partai Demokrat yang berkuasa, pemerintahan Indonesia terus melaju ke arah yang lebih.

"Di era SBY, Indonesia berhasil membayar utang pada IMF sebesar Rp 69 triliun dan keluar dari CGI. Dengan keluarnya Indonesia dari CGI, maka kita bisa lebih mandiri dalam bidang ekonomi dan politik," kata Ketua Harian DPP Demokrat, Syarif Hasan, saat menyampaikan sambutan dalam acara Pelantikan DPD Partai Demokrat Kalimantan Utara di Balai Pertemuan, Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat malam (7/3).

Di era SBY juga, lanjut Syarif Hasan, berbagai persoalan di dalam negeri bisa diatasi dengan baik. Misalnya saja konflik di Poso maupun Aceh. Bahkan, bila saat ini datang ke Aceh, maka seakan-akan Aceh tidak pernah mengalami konflik karena berkat solusi yang dijalankan pemerintahan SBY.


"Di era pemerintahan SBY, tingkat pertumbuhan ekonomi juga naik, dan posisi Indonesia hanya berada di bawah China. Tingkat pertumbuhan ekonomi kita melebihi Amerika dan negara-negara Eropa. Di saat yang sama, APBN kita pun naik berkali-kali lipat, yang pada 2004 hanya sekitar Rp 400 triliun, kini mencapai Rp 1.800 triliun," jelas Syarif, yang disambut tepuk tangan dari ratusan hadirin.

Di masa pemerintahan SBY juga, masih kata Syarif, banyak program yang pro rakyat. Sebut saja misalnya Kredit Usaha Rakyat, PNPM, Jamkesmas dan juga program Keluarga Harapan.

"Memang masih ada yang kurang, karena itu mari kita lanjutkan program pemerintahan yang pro-rakyat dengan cara memenangkan lagi Demokrat," demikian Syarif Hasan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya