jusuf kalla/net
jusuf kalla/net
Di saat yang sama, percepatan pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas karena inefisiensi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama disebabkan karena tingginya biaya transportasi dan sistim logistik. Sementara masalah krisis energi apalagi krisis listrik juga menjadi bom waktu bagi bangsa dan negara. Dan polemik terkait UU Minerba dapat menjadi masalah kritis dan serius bagi pemerintahan baru nanti. Dampak kritis yang akan ditimbulkan berupa defisit current account pun sekitar 6 juta dolar AS, negara kehilangan setoran royalti terhadap penerimaan APBN hingga Rp 60 triliun, dan dampak sosial ekonomi karena pengangguran hingga jutaan orang.
Melihat persoalan ini, kata Presiden Negarawan Center, Johan O Silalahi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 5/3), maka sosok yang pantas menjadi presiden dan wakil presiden mendatang adalah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Kepiawaian dan kegesitan Jusuf Kalla sebagai motor penggerak pemerintahan untuk mengimbangi kesabaran, transparansi dan akuntabilitas pemerintahan yang akan digulirkan oleh Jokowi sebagai pemimpin Indonesia baru nanti sangat dibutuhkan.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
UPDATE
Senin, 11 Mei 2026 | 08:20
Senin, 11 Mei 2026 | 08:09
Senin, 11 Mei 2026 | 07:50
Senin, 11 Mei 2026 | 07:40
Senin, 11 Mei 2026 | 07:27
Senin, 11 Mei 2026 | 07:09
Senin, 11 Mei 2026 | 06:40
Senin, 11 Mei 2026 | 06:10
Senin, 11 Mei 2026 | 05:59
Senin, 11 Mei 2026 | 05:40