Berita

tb hasanuddin/net

Jenderal TB Hasanuddin: Grup D Paspampres Tidak Perlu Dibentuk Secara Besar-besaran

SELASA, 04 MARET 2014 | 08:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Reorganisasi anggota TNI yang bertugas mengawal mantan-mantan presiden dan mantan wakil presiden untuk dimasukkan dalam grup D Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) merupakan ide yang baik.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Pertahanan dan Keamanan DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 4/3).

Menurut TB Hasanuddin, para pengawal yang sekarang bertugas pada mantan-mantan presiden dan mantan-mantan wakil presiden dulunya juga tergabung dalam satuan Paspampres. Namun sekarang mereka ditempatkan sesuai induk pasukannya masing-masing, dan tersebar detasemen markas marinir, Mabes TNI, datasemen markas Kopassus dan lain-lain.


"Dengan ditempatkannya mereka kembali di grup baru, atau grup D, maka pelatihan dalam meningkatkan keterampilannya lebih teratur dan terorganisir di satu kesatuan. Masalah pelayanan buat mereka seperti gaji, pakaian, tunjangan dan lain-lain juga pasti lebih terjamin, dan struktur kepangkatannya juga lebih terstruktur sesuai tugas atau jabatannya," kata TB Hasanuddin, yang juga mantan Sekretaris Militer Presiden.

Dalam catatan TB Hasanuddin, jumlah anggota TNI yang ditugaskan pada mantan presiden dan mantan wakil presiden sekarang ini juga tidak banyak. Ada sekitar 3 sampai 15 orang saja, yang ditambah oleh Patwal dari Polri.

"Dengan jumlah itu dirasakan cukup memadai dan disarankan tak perlu ditambah lagi, sehingga grup D tak perlu dibentuk secara besar-besaran, dan tak perlu ada dana tambahan," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya