Berita

ilustrasi/net

Kabinet Bayangan Jadi Salah Satu Alasan Rasional Pemilih untuk Ikut Pemilu

SELASA, 04 MARET 2014 | 07:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Melalui kabinet bayangan, rakyat dapat membandingkan perbedaan-perbedaan yang ditawarkan oleh peserta Pemilu yang satu dengan yang ditawarkan oleh peserta Pemilu yang lain.

Misal, partai atau capres X menawarkan si fulan sebagai kandidat menteri perekonomian, maka belum tentu parpol atau capres Y akan mengusung nama calon menteri perekonomian yang sama dengan yang ditawarkan oleh partai atau capres X.

"Disitulah rakyat bisa melihat perbedaan yang ditawarkan oleh peserta Pemilu," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 4/3).
]

]
Lebih dari itu, lanjut Said, masyarakat bisa mendapatkan gambaran tentang prospek keberhasilan pemerintahan mendatang dari nama-nama yang disebut dalam kabinet bayangan itu. Apabila terdapat nama kandidat yang dinilai tidak tepat mengisi suatu kementerian, track record-nya dianggap buruk, atau bahkan ada kekhawatiran jika kandidat tersebut menjadi menteri kebijakannya akan mengancam atau merugikan masyarakat, maka rakyat tentu tidak akan memilih parpol atau capres tersebut, dan begitu juga sebaliknya.

"Jadi kabinet bayangan itu bisa menjadi salah satu alasan rasional bagi pemilih untuk memberikan suaranya kepada peserta Pemilu," demikian Said. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya