Berita

susaningtyas/net

Susaningtyas: Negara Lain Pun Sudah Gunakan Sistem Seperti Grup D Paspampres

SELASA, 04 MARET 2014 | 06:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini, pengawalan mantan presiden dan mantan wakil presiden berserta keluarganya tidak ditanggung oleh negara.

Namun dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) No. 59/2013 tentang Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden, Mantan Presiden dan Mantan Wakil Presiden beserta Keluarganya serta Tamu Negara Setingkat Kepala Negara/Kepala Pemerintahan maka pengawalan langsung dilakukan oleh negara dengan anggaran berasal dari APBN.

Demikian disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 4/3), sambil mengatakan PP yang berada di bawah UU sudah melalui kajian panjang. Dengan kajian yang mendalam itulah maka Grup D Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dibikin dan diresmikan.


"Karena itu saya setuju dengan diresmikannya Group D oleh Panglima TNI," kata Nuning, begitu Susaningtyas disapa, yang juga Ketua DPP Hanura bidang Pertahanan dan Informasi

Dalam catatan Nuning, banyak negara juga sudah menggunakan sistem dan mekanisme seperti ini. Misalnya saja Singapura dan Korea. Di negara-negara itu, pengawalan juga diberikan kepada suami atau istri mantan presiden dan mantan wakil presiden, serta untuk perjalanan ke luar negeri dibatasi hanya di negara-negara ASEAN.

Soal pengawalan dan pengamanan ini, menurut Nuning, yang meraih gelar doktor dalam bidang intelijen, tidak perlu ada penambahan personil baru. Hal yang diperlukan adalah meningkatkan sumber daya manusia atau kualitas personel yang sudah ada. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya