Berita

ilustrasi/net

Kabinet Bayangan Penting agar Rakyat Punya Gambaran Pemerintahan Mendatang

SELASA, 04 MARET 2014 | 06:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bukan hanya perlu, kabinet bayangan atau formasi kabinet yang hendak dibentuk oleh parpol atau calon Presiden jika memenangkan Pemilu adalah suatu yang pantas dan harus ditawarkan kepada pemilih sebelum penyelenggaraan Pemilu.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 4/3).

Menurut Said, kabinet bayangan ini penting diumumkan jauh-jauh hari agar publik dapat memperoleh gambaran tentang wajah pemerintahan baru kelak.


"Kalau berhenti hanya pada visi, misi, dan program saja, itu sih tidak kongkret," ungkap Said, sambil menekankan bahwa semua parpol atau capres pastilah akan menyampaikan visi, misi, dan program yang bagus-bagus saja, dan bahkan bahkan, visi, misi, dan program para peserta Pemilu dan capres itu relatif sama, atau tidak ada perbedaan yang terang diantara mereka.

"Jadi visi, misi, dan program itu sudah ketinggalan jaman. Politik itu tidak statis. Dia berkembang sesuai dengan dinamika masyarakat," ungkap Said.

Disinilah, lanjut Said, para politisi harus peka terhadap apa yang menjadi keinginan masyarakat, dan visi, misi, serta program tidak cukup lagi menjadi konsep dalam kampanye. Sebab rakyat hari ini butuh tawaran yang lebih kongkret.

"Nah, kabinet bayangan itulah salah satu contoh kongkretnya," demikian Said. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya