Berita

hatta rajasa/net

Hatta Rajasa, Capres Paling Pantas dan Paling Punya Kapasitas

SENIN, 03 MARET 2014 | 15:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di antara calon presiden lain yang sudah bermunculan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa adalah yang paling pantas karena paling punya kapasitas dan kapabel. Apalagi Hatta punya pengalaman yang luas dan lama di pemerintahan

"Pak Hatta adalah capres paling kapabel. Kalau masih ragu, adu debat saja dengan bakal capres lain," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, Tjatur Sapto Edy, di Jakarta (Senin, 3/3).

Menurut Tjatur, pengalaman Hatta di politik sudah sangat luas. Hatta misalnya adalah pendiri partai yang berpengalaman di seluruh jenjang kepengurusan. Dari pengurus departemen, sekretaris jenderal, sampai ketua umum,


Di pemerintahan pun demikian. Hatta sudah memegang jabatan di enam kementerian, yang dimulai sejak 2011 lalu saat pertama kali ditunjuk sebagai Menteri Riset dan Teknologi. Di masa itu, Hatta berhasil menelurkan UU Ristek, yang belum pernah ada sejak negara Indonesia berdiri.

Hatta lalu menjadi Menteri Perhubungan, dan harus menangani banyaknya kejadian buruk yang terjadi di dunia transportasi nasional, baik darat, laut maupun udara. Di sini, Hatta menelurkan UU Perhubungan Darat, Laut, dan Udara, serta memperkenalkan asas cabotage di dunia pelayaran Indonesia. Asas cabotage itu mengharusnya pelaku pelayaran asing harus menggandeng mitra lokal bila hendak masuk ke Indonesia. Selanjutnya, Hatta juga pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Koordinator Perekonomian.

Hatta pun, masih kata Tjatur, mendapat berbagai pernghargaan di level nasional dan internasional, yang membuktikan kapabilitasnya sebagai seorang jagoan di pemerintahan. Dua tahun lalu misalnya, Hatta menerima Penghargaan Public Policy Award dari Asia Society, yang diberikan untuk seseorang yang memiliki insting kepemimpinan kuat dalam menelurkan kebijakan publik.

"Pak Hatta mendapat penghargaan itu, dan setara dengan tokoh seperti Ban Ki Moon, Bill Clinton, dan Mandela. Mereka ini yang dianggap bisa menelurkan kebijakan publik di negaranya yang terarah dan jelas," jelasnya.

"Banyak penghargaan yang beliau terima dari dunia. Dunia mengakui," ungkap Tjatur.

Sebagai Menko Perekonomian, Hatta juga berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi, dan bekerja meningkatkan pendapatan perkapita Indonesia hingga mencapai hampir 5.000 dolar AS. Dan Hatta sendiri sudah menelurkan visinya terhadap Indonesia melalui kebijakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Pak Hatta bikin MP3EI yang visinya sampai 2025. Visinya jelas, indonesia mau dibawa kemana. Halmahera mau kemana hingga 2025, juga jelas ada di situ," tandas Tjatur. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya