Berita

darmin nasution/net

Aneh, Mengapa Darmin Nasution Persoalkan Lagi Kehadiran OJK

SENIN, 03 MARET 2014 | 06:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bank Indonesia (BI) dianggap punya sejarah hitam dan teledor dalam menjalankan fungsi pengawasan bank. Kasus Bank Summa, Bank Pacific, kasus BLBI, Bank Bali, Bank Ifi dan Bank Century terjadi karena lemahnya BI dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap bank hingga penuh dengan skandal penyelewengan.

"Dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lahir dari rekomendasi dan usulan dari Pansus Hak Angket Century karena menganggap BI punya sejarah hitam dan teledor itu," kata mantan anggota Pansus Century, Mukhamad Misbakhun, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (2/3).

Pernyataan Misbakhun ini terkait dengan perkataan mantan Gubernur BI, Darmin Nasution, yang menyebutkan bahwa keberadaan OJK menimbulkan badai dalam perekonomian Indonesia. Dengan kehadiran OJK, ungkap Darmin,  maka kebijakan moneter yang bersifat makro dari pengawasan bank yang bersifat mikro menjadi terputus.


Misbakhun pun menilai wajar apabila Darmin Nasution tidak setuju dengan OJK karena pernah merasakan menjadi Gubernur BI yang kekuasaannya unlimited tanpa kontrol. Tapi publik juga perlu melihat kembali file berita, karena awalnya, Darmin Nasution saat sebagai Kepala Bapepam LK, sebelum jadi gubernur BI dia paling getol mendukung berdirinya OJK.

"Ada agenda apa ini?" tanya Misbakhun dengan penuh curiga.

Misbakhun menambahkan, sekaligus mengingatkan publik, saat menjadi Dirjen pajak, Darmin Nasution diduga terlibat kasus Gayus Tambunan. Dalam kasus keberatan PT. Surya Alam Tunggal, dimana Gayus dan atasannya divonis bersalah dan menjalani hukuman, Darmin Nasution adalah Dirjen Pajak yang tanda tangannya ada pada keputusan keberatan PT. Surya Alam Tunggal.

"Kenapa Darmin bisa lolos dari jerat hukum? Sementara semua atasan Gayus, mulai dari kepala seksi sampai jabatan direktur terkena hukuman pidana korupsi," tanya Misbakhun. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya