Berita

jumhur hidayat/net

Jumhur Hidayat: Pemimpin dan Partai Gadungan Tidak Pro-Reforma Agraria!

MINGGU, 02 MARET 2014 | 13:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Meski berkonsentrasi pada perjuangan buruh Indonesia, namun tokoh pergerakan Moh. Jumhur Hidayat memastikan bahwa tidak mungkin melupakan gerakan petani. Sebab perjalanan hidupnya juga berubah karena memperjuangkan nasib petani yang tanahnya diserobot oleh para konglomerat.

"Karena gerakan membela petani yang tanahnya digusur di berbagai wilayah Indonesia, saya dipecat dari ITB dan vonis penjara tiga tahun meringkuk di penjara Nusakambangan dan Sukamiskin," tegas Jumhur saat menyampaikan pidato solidaritas pada Kongres IV Serikat Petani Indonesia (SPI) di Serang, Banten (2/3), yang disambut tepuk tangan riuh ribuan petani.

Menurut Jumhur, yang seakan bernostaliga bersama petani, kedaulatan pangan tidak mungkin terjadi tanpa kedaulatan petani dan kedaulatan petani atas tanahnya tidak mungkin terjadi tanpa reforma agraria atau land reform. Karena itu gerakan petani harus juga menjadi gerakan elektoral untuk memenangkan pemimpin atau partai yang pro reforma agraria.


"Ini tahun politik, maka kalau ada orang mengaku pemimpin dan mengaku partai pro rakyat tapi tidak peduli dengan gerakan reforma agraria, maka itu adalah pemimpin dan partai pro rakyat gadungan," ungkap Jumhur berapi-api diiringi gemuruh tepuk tangan hadirin.

Hadir dalam pembukaan kongres itu di antaranya Utusan Khusus Presiden untuk Kemiskinan HS. Dillon, Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning dan tentunya Ketua Umum SPI Hendry Saragih. Dalam pidato politiknya juga, Hendry Saragih menegaskan bahwa tanah adalah untuk petani, tidak boleh ada impor pangan dan gerakan petani harus membangun organisasi yang bagus dan rapih. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya