Berita

hatta rajasa/net

Pengalaman Jadi Modal Hatta Rajasa untuk Jadi Presiden

MINGGU, 02 MARET 2014 | 12:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Popularitas semata bukanlah modal utama untuk menjadi pemimpin Indonesia. Untuk menjadi pemimpin Indonesia, di tengah persoalan bangsa Indonesia saat ini yang mendasar dan juga tantangan di masa mendatang, haruslah sosok yang benar-benar berpengalaman. Sehingga presiden mendatang bisa menjawab masalah yang dihadapi, dan bukan menjadi bagian dari masalah itu sendiri.

"Pengalaman mengelola pemerintahan adalah menjadi bagian penting dalam menjawab perubahan jaman yang kompleks di era global," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, beberapa saat lalu (Minggu, 2/3).

Di titik inilah, lanjut Viva, sosok Hatta Radjasa, yang sudah berada di pemerintahan sejak 13 tahun lalu, menjadi salah satu yang wajib dipertimbangkan. Hatta Rajasa merupakan tokoh nasional dan internasional, yang memiliki pengalaman empiris dalam mengelola negara dan pemerintahan karena beberapa kali menjadi menteri.


Di samping itu, masih kata Viva, Hatta memiliki visi politik dan ekonomi yang berwatak nasionalis dan kerakyatan, dan sebuah komitmen kebangsaan yang tidak diragukan lagi. Hal itu penting sebagai seorang pemimpin yang diberi tugas menjaga kedaulatan negara.

Dia memberi contoh tentang pemikiran Hatta soal kebijakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI), yang berisi disain tata kelola pemerintahan. Hatta juga berhasil membuat kebijakan soal pengelolaan sumber daya alam, termasuk pertambangan, yang nasionalis serta kerakyatan.

"Namun tidak seluruh masyarakat umum mengetahui akan hal ini. Dan Pak Hatta tidak mau pamer atau tidak mau mengeksploitasi hal itu. Karena kata Pak Hatta itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawabnya untuk bangsa dan negara sebagai seorang menteri. Itulah kesederhanaan sikap Pak Hatta," demikian Viva. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya