Berita

ilustrasi/net

Gerakan Mengaburkan Substansi Skandal Century Semakin Nyata!

MINGGU, 02 MARET 2014 | 10:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Belakangan ini gerakan untuk mengaburkan substansi skandal Century semakin nyata.

Modus terakhir adalah dalam bentuk seminar dan diskusi ekonomi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu. Kegiatan yang semakin menguatkan dugaan bahwa mereka mulai tersudut ini berusaha melindungi pelaku utama skandal keuangan terbesar pasca reformasi tersebut, dengan argumen ekonomi yg mengelabui dan membodohi rakyat.

Demikian analisa anggota Timwas Century dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo. Bambang pun heran mengapa kelompok ini terus berupaya menghadang penuntasan kasus Century, mulai dari menjegal kehadiran Boediono ke DPR, hingga mengaburkan substansi bahwa kebijakan FPJP maupun Bailout pada Bank Century untuk menyelamatan ekonomi Indonesia.


"Hebatnya lagi, mereka kini tanpa malu-malu berusaha membalikan fakta-fakta penyimpangan dan keganjilan yang terjadi, baik dalam proses pemberian FPJP maupun Bailout kepada Bank Century," kata Bambang beberapa saat lalu (Minggu, 2/3).

Mereka, lanjut Bambang, lupa bahwa KPK telah meningkatkan kasus tersebut ke penyidikan karena adanya tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Bahkan BPK telah menghitung besarnya kerugian negara, dan tidak hanya Rp 6,76 triliun melainkan ditambah dengan FPJP sebesar Rp 689,3 miliar sehingga total kerugian negara mencapai Rp 7,4 triliun. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya