Berita

hikmahantp/net

Kakanwil Hukum dan HAM Bali Harus Larang Tayangan Ekslusif Corby di Media Australia

MINGGU, 02 MARET 2014 | 09:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wibawa pemerintahan Indonesia terus dipertanyakan dalam hal ratu narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby.

Bahkan, ketika Corby dibebaskan bersayarat dan pergi ke Bali, serta akan diwawancara  media Australia yang menjanjikan honor besar, aparat pemerintah Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal di saat yang sama, malah polisi Australia berani melakukan penggrebekan atas media Australia yang menjanjikan honor besar itu.

"Dimanakah wibawa pemerintah? Apakah para penyelenggara negara tidak mampu menegakkan kedaulatan hukumnya di negeri sendiri? Tidakkah Kakanwil Hukum dan HAM berkhianat terhadap rakyatnya sendiri demi HAM narapidana narkoba?" kata Gurubesar Fakultas Hukum Iniversitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 2/3).


Kegeraman Hikmahanto ini terkait dengan kabar bahwa nanti malam, media Australia yang menjanjikan honor besar wawancara eksklusif dengan Corby  akan menayangkan Corby pada detik-detik keluar dari LP Kerobokan hingga berada di resor mewah Seminyak, Bali. Meski dikatakan bahwa dalam acara tersebut tidak akan ada wawancara dengan Corby, media Australia tersebut akan memunculkan wawancara dengan kakak tertuanya. Dan meski di Australia tindakan Corby dikecam oleh publik dan para politisinya, namun di Indonesia, pemerintah khususnya Kakanwil Hukum dan HAM di Bali, menyerah pasrah.

Kakanwil Hukum dan HAM, Hikmahanto mengingatkan, harus melarang tayangan Corby secara eksklusif. Tayangan eksklusif itu pun patut diduga ada transaksi uang. Dan bila akhirnya tayangan berlangsung, Kakanwil Hukum dan HAM harus menyampaikan kepada Corby ia akan mengembalikan Corby ke LP Kerobokan.

"Bila tidak, publik Indonesialah yang akan menghujat Kakanwil Hukum dan HAM, termasuk pemerintahan SBY," demikian Hikmahanto. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya