Berita

Salahuddin Wahid

Wawancara

WAWANCARA

Salahuddin Wahid: Debat Capres Versi Rakyat Mendapat Respons Positif

MINGGU, 02 MARET 2014 | 08:01 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menjaring capres lewat konvensi rakyat sangat disenangi masyarakat. Buktinya, setiap debat peserta selalu dihadiri ribuan orang.

“Ini berarti konvensi capres versi rakyat itu mendapat respons positif,’’ kata Ketua Komite Konvensi Capres Rakyat, Salahuddin Wahid, kepada Rakyat Merdeka, Jumat (28/1).

Seperti diketahui, peserta konvensi sudah mengerucut menjadi tujuh oraang, yakni Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, Rektor Universitas Islam Eropa Sofjan Siregar, tokoh perempuan Anni Iwasaki, Bupati Kutai Timur Isran Noor, pengusaha Ricky Sutanto, bekas Menteri Perekonomian Rizal Ramli, dan aktivis senior Tony Ardi.


Gus Solah, panggilan akrab Salahuddin Wahid selanjutnya mengatakan, dari beberapa kali debat peserta Konvensi Rakyat  di Medan, Surabaya, dan Balikpapan terlihat  antusiasme publik cukup besar. Tak kurang 5.000 pengunjung hadir dalam setiap debat.

“Ini menunjukkan Konvensi Rakyat merupakan kegiatan menarik,” kata adik Gus Dur itu.

Berikut kutipan selengkapnya:
 
Bagaimana perkembangan Konvensi Rakyat?
Alhamdulillah, selama diadakan semuanya berjalan lancar, tidak ada kendala. Saya harap juga akan terus begitu. Sebab, masih ada dua kali debat lagi.

Dilaksanakan di mana ?
Rencanannya digelar di Bandung dan Jakarta. Di Bandung, debat akan digelar pada 2 Maret (hari ini). Sedangkan di Jakarta  debat terakhir digelar 9 Maret. Ini merupakan penutupan rangkaian debat Konvensi Rakyat.

Bagaimana respons masyarakat sejauh ini?
Alhamdulilah, masyarakat sangat antusias dengan konvensi capres di semua kota yang kami singgahi. Semuanya terisi penuh dan tidak menyisakan tempat.

Seperti di Medan, yang menggunakan ruangan Medan International Convention Center. Di Balikpapan juga menggunakan gedung yang besar. Ini tandanya bahwa para peserta konvensi bisa menyedot perhatian masyarakat.

Apa ada penambahan peserta?
Sampai saat ini belum ada rencana penambahan peserta. Masih tetap tujuh peserta seperti sekarang. Mereka semuanya bagus-bagus dan mempunyai bakat mumpuni menjadi seorang pemimpin.

Apa sudah ada partai yang mendekati peserta itu?

Belum ada. Kan roadshownya belum selesai. Jadi belum bisa diambil kesimpulan. Harus menunggu sampai di akhir acara. Setelah itu, mungkin ada partai yang  akan mendekati para peserta. Nantinya, peserta konvensi rakyat yang ada di peringkat teratas akan diumumkan dan dinegosiasikan dengan partai politik.
 
Bagaimana caranya menentukan peringkat perserta?
Di bulan Februari kami sudah mulai melakukan survei untuk tujuh peserta konvensi rakyat itu. Hasil survei tersebut akan diketahui setelah acara konvensi ini berakhir. Setelah itu kami baru akan menawarkan peserta dengan peringkat tinggi kepada parpol.
 
Kalau tidak ada yang berminat, bagaimana?
Tak masalah. Kalau nggak ada yang mau, ya sudah. Tujuan utama konvensi ini kan untuk memberikan pendidikan politik kepada rakyat, dan menumbuhkan kepedulian mereka. Tapi saya optimistis, apabila ada peserta Konvensi Rakyat yang memperoleh elektabilitas 4-5 persen saja,  parpol akan tertarik.
 
Apakah sudah ada gambaran, siapa kira-kira peringkat teratas Konvensi Rakyat?

Kami belum tahu siapa peserta konvensi yang elektabilitasnya tinggi, kami survei dulu.

Konvensi ini diragukan, dianggap hanya main-main, tanggapan Anda?
Itu tergantung yang melihat. Yang jelas, konvensi ini di setiap debat ada penekanan aspek tertentu. Debat di Medan tentang hukum. Balikpapan perihal reformasi birokrasi. Surabaya masalah ekonomi. Bandung tentang pendidikan dan kesehatan. Terakhir di Jakarta, kesimpulannya. Sebetulnya kalau mau dikupas persoalan yang akan dibahas masih banyak. Contohnya seperti isu lingkungan dan korupsi.

Mungkinkah ada penambahan lokasi debat?
Mungkin saja ada penambahan. Memang ada beberapa pihak yang menawarkan daerahnya untuk kami kunjungi. Tapi kami belum bisa memenuhi permintaan mereka karena memang belum ada rencana untuk menambah lokasi untuk konvensi rakyat. Karena, waktunya terlalu mepet dengan pelaksanaan pilpres.

Kenapa semua peserta harus dibawa keliling  daerah?
Supaya masyarakat mengetahui kalau ada kandidat lain yang akan menjadi capres atau cawapres. Tidak hanya itu-itu saja yang muncul ke permukaan, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan tentang siapa yang layak memimpin Indonesia periode 2014-2019. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya