Berita

Taufik Kurniawan

Wawancara

WAWANCARA

Taufik Kurniawan: Setiap Kader PAN Diberi Keleluasaan Berpendapat

MINGGU, 02 MARET 2014 | 08:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Amanat Nasional (PAN) membantah adanya perpecahan di internal terkait pemanggilan paksa Wapres Boediono di Timwas Century.

“Setiap kader PAN diberi keleluasaan untuk berpendapat. Namun jika sudah masuk substansi keputusan parpol maka semua kader termasuk anggota Fraksi PAN harus patuh perintah DPP,” ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya anggota Tim Pengawas (Timwas) Bank Century dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Chandra Tirta Wijaya, mendorong Timwas untuk kembali melakukan pemanggilan ketiga terhadap Wakil Presiden Boediono sebelum pemilu legislatif digelar. Nantinya, jika Boediono kembali tidak memenuhi panggilan, dia mengancam bahwa Fraksi PAN akan mendorong pemakzulan Boediono.


“PAN mendorong, mendesak, untuk pemanggilan ketiga sebelum pileg. Kami meminta tak ada pemanggilan paksa. Tapi, apabila Boediono tak hadir, PAN akan memelopori hak menyatakan pendapat untuk pemakzulan Boediono,” ujar Chandra dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (28/2.

Pernyataan ini pun membuat Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa marah. Malam harinya Menteri Koordinator Perekonomian ini langsung membantah, PAN akan mengajukan HMP terhadap Boediono.

Taufik Kurniawan selanjutnya mengatakan, dalam mengambil keputusan, partainya memiliki mekanisme tertentu.

“Kalau sudah menyentuh substansi sikap resmi partai tentunya itu harus melihat pada mekanisme pengambilan keputusan resmi di partai. Dalam hal ini pengambilan keputusan harus melibatkan semua pengurus stake holder partai termasuk Ketua Umum dan Ketua MPP Pak Amien Rais,” papar Sekjen DPP PAN itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apakah ini artinya beberapa anggota Fraksi PAN akan diberi sanksi terkait statmentnya tersebut?
Belum tahu. Belum ada sikap resmi soal sanksi. Yang pasti Pak Hatta selaku Ketua Umum akan memberikan teguran.

Kan sudah terbukti melanggar?
Soal itu akan dibahas dulu, bagaimana baiknya. Kami kan tidak mau asal menyalahkan. Saat ini kami masih konsentrasi penuh pada persiapan infrastruktur partai untuk pemenangan Pemilu Legislatif 2014 yang kurang sebulan lagi.

Sikap PAN yang langsung berubah ini bukan karena Hatta ditegur Presiden kan?
Bukan, ini adalah sikap partai. Kan semalam bang Hatta sudah menyatakan, tidak ada terguran yang diterima terkait hal ini.

Penilaian Anda tentang sikap Fraksi PAN tersebut, bagaimana?
Kami tetap melihat dan menghargai aspirasi seluruh kerja keras dari seluruh anggota Timwas Century, tapi di sisi lain, kami juga harus melihat keputsuan paripurna yang menyerahkan sepenuhnya dalam kaitan tindaklanjut pada proses hukum. Lagipula KPK kan juga sudah menindaklanjuti kasus Century ini.

Berarti menurut PAN, Timwas seharusnya tidak perlu memaksa Wapres Boediono untuk hadir?

Ya. Tugas tim pengawas seharusnya bukanlah masuk ke ranah politik. Tugas tim itu hanya untuk mengawasi proses hukum yang ada. Politik sudah selesai di DPR. Sudah selesai dan semua proses itu dibawa ke proses hukum.

Lalu sikap Timwas Cantury Fraksi PAN sekarang bagaimana?

Sampai saat ini partai posisinya belum akan memanggil secara paksa. Keputusan resmi partai itu diambil dalam rapat harian yang dipimpin Ketua Umum.

Ada pesan untuk anggota Fraksi PAN terkait Century ini?
Saya mengingatkan agar semua anggota FPAN di DPR patuh perintah partai. Karena fraksi adalah kepanjangan tangan partai di DPR. Artinya segala sesuatu yang diputuskan partai itu kewajiban dari fraksi untuk melaksanakan keputusan itu.

O ya, saat ini kan terjadi bencana kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap, tanggapan Anda?
Saya sangat prihatin dengan terjadinya rangkaian Bencana di Indonesia ini. Saya  meminta kepada para pejabat publik untuk memperhatikan wilayah-wilayah yang terkena bencana. Semuanya sudah tersetuh bantuan atau belum.

Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana, sehingga seluruh pejabat publik harus cepat tanggap ketika bencana itu datang. Negeri kita rawan bencana, sudah semestinya kita tanggap. Untuk legislatif perhatikan dapilnya, jangan hanya mau suaranya saja. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya