Berita

freddy numberi/net

Freddy Numberi Melukai Hati Masyarakat Papua!

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 11:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Freddy Numberi terbukti bukan seorang negawaran. Bahkan cara berpikir dia dalam hal pembangunan di Papua sama sekali tidak mencerminkan seorang purnawirawan perwira tinggi TNI AL bintang tiga.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI), Y Paonganan. Pernyataan Paonganan ini terkait dengan buku Freddy berjudul "Quo Vadis Papua." Dalam buku ini,  Freddy mengkritik pemerintah dalam sebuah pertanyaan "akan dibawa kemana Papua. "

Freddy juga berharap karya bukunya mempererat masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke agar melihat dan membangun Papua lebih baik. Dalam buku itu juga, Freddy menegaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia tidak menginginkan satu daerah lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akibat kebijakan yang salah.


Tentu saja, ungkap Freddy, hal tersebut membutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk pembangunan merata di daerah "Mutiara Hitam" tersebut. Sejauh ini, menurut Freddy, pemerintah gagal membangun Papua sehingga mengeluarkan kebijakan otonomi khsusus (Otsus). Pelaksanaan otsus tidak optimal dan konsisten akibatnya masyarakat Papua tidak merasakan secara merata.

"Statemet itu seakan-akan pemerintah lalai dalam membangun Papua dan ada sedikit ancaman. Padahal beliau pernah menjabat tiga kali menteri di kabinet bahkan pernah menjadi Gubernur Papua," kata Peonganan beberapa saat lalu (Jumat, 28/2).

Paonganan mempertanyakan, waktu Freddy menjadi pejabat negara, bukankah seharusnya melakukan terobosan-terobosan untuk membangun Papua. Dan buku Freddy ini kontra produktif sebab saat ini pemerintah pusat maupun Pemda Papua sedang giat-giatnya bekerja untuk kemajuan Papua dan NKRI.

"Justru tulisan ini seakan menghasut dan akan melukai hati masyarakat Papua. Sebagai lembaga yang konsen untuk menjaga keutuhan NKRI sebagai sebuah negara kepulauan dan sangat potensi menjadi negara maritim terkuat di dunia, kami sangat menyangkan cara berfikir seoorang Freddy Numberi, dan saya sangat kenal beliau adalah orang yang cerdas, tapi entah kenapa kecerdasan itu sekarang berubah" demikian Paonganan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya